Setelah Dikecam Dunia, Aung San Suu Kyi Akhirnya Kunjungi Rohingya

Dia dikecam di seluruh dunia karena tidak menghentikan aksi militer terhadap Muslim Rohingya, yang dituduh melakukan pembersihan etnis.

Setelah Dikecam Dunia, Aung San Suu Kyi Akhirnya Kunjungi Rohingya
AFP/GETTY IMAGES
Aung San Suu Kyi tiba di Sittwe dikawal pasukan keamanan bersenjata. 

TRIBUNPEKANBARU.COM - Pemimpin de facto Myanmar Aung San Suu Kyi tiba di Rakhine untuk pertama kalinya sejak kekerasan meletus di negara bagian itu pada akhir Agustus.

Dia mengunjungi ibu kota Rakhine, Sittwe dan kota-kota lain di negara bagian itu selama satu hari tanpa pemberitahuan sebelumnya.

Dia dikecam di seluruh dunia karena tidak menghentikan aksi militer terhadap Muslim Rohingya, yang dituduh melakukan pembersihan etnis.

 
Kerusuhan di Rakhine dipicu oleh serangan di kantor-kantor polisi di beberapa lokasi di negara bagian iutu, yang dituduhkan dilakukan oleh kelompok militan yang baru muncul, Tentara Pembebasan Rohingya Arakan (Arsa).

Banyak orang terbunuh dalam aksi militer, dan ada tuduhan luas bahwa desa-desa dibakar dan warga Rohingya terusir.

Militer Myanmar mengatakan operasinya ditujukan untuk membasmi militan, dan berulang kali menyangkal menargetkan warga sipil. Saksi, pengungsi dan wartawan telah memperdebatkan hal ini.

Pada hari Kamis, juru bicara pemerintah Zaw Htay mengatakan kepada AFP bahwa Suu Kyi "sekarang berada di Sittwe dan akan pergi ke Maungdaw dan juga Buthiduang".

"Itu merupakan kunjungan sehari saja," tambahnya.

Tidak jelas apakah Suu Kyi juga akan mengunjungi desa-desa Rohingya, atau hanya desa-desa Hindu dan Budha. saja.

Sebuah desa Rohingya yang terbakar pada 7 September - Suu Kyi mengatakan kekerasan sudah berhenti sebelum tanggal itu.
Sebuah desa Rohingya yang terbakar pada 7 September - Suu Kyi mengatakan kekerasan sudah berhenti sebelum tanggal itu. ()

Seorang wartawan Reuters melihat Suu Kyi naik helikopter militer di Sittwe pada Kamis pagi waktu setempat. Dia didampingi sekitar 20 orang.

Halaman
123
Editor: Muhammad Ridho
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help