TribunPekanbaru/

500 Orang Warga Bengkalis Masih Buta Aksara

abupaten Bengkalis yang terkenal dengan APBD Cukup besar, ternyata masih terdapat warganya yang buta huruf.

500 Orang Warga Bengkalis Masih Buta Aksara
Tribun Pekanbaru/ Muhammad Natsir
Kabid Paud dan PNF Disdik Bengkalis Agusil Firdimalis 

Laporan Wartawan Tribun Muhammad Natsir

TRIBUNPEKANBARU.COM, BENGKALIS - Kabupaten Bengkalis yang terkenal dengan APBD Cukup besar, ternyata masih terdapat warganya yang buta huruf.

Bahkan berdasarkan data Dinas Pendidikan Bengkalis jumlah warga Bengkalis yang mengalami buta aksara mencapai lima ratus orang lebih.

Hal ini diungkap Kepala Bidang (Kabid) Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dan Pendidikan Non Formal (PNF) Dinas Pendidikan (Disdik) Bengkalis Agusil Firdimalis kepada wartawan, Senin (6/11) Siang. Menurut dia lima ratusan orang warga Bengkalis yang buta aksara terdapat hampir seluruh kecamatan di Bengkalis.

"Sebenarnya jumlah ini mengalami penurunan, pada tahun 2016 awal lalu jumlahnnya sebanyak 700 orang yang terdata. Namun tahun 2017 sudah tinggal 500 orang saja, " kata dia.

Menurut Agus, warga buta aksara di Bengkalis rata rata warga yang berumur diatas dua puluh tahun. "Rata rata memang mereka yang buta aksara ini sudah berumur 20 tahun keatas, "jelasnya.

Dalam mengatasi buta aksara ini pihaknya telah berkerjasama dengan sejumlah Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKMB) yang ada di masing masing kecamatan. Seperti di kecamatan Bantan, beberapa bulan lalu sudah membuka kelas belajar aksara.

"Untuk kecamatan Bantan kita bekerjasama dengan PKBM Al Bantani. Di sana terdapat sebanyak seratus orang lebih peserta didik buta aksaranya, " ungkap Agus.

Semenatara itu, dalam bulan November ini pihaknya kembali akan membuka kelas buta aksara untuk kecamatan Mandau dan Pinggir. Kelas buta aksara ini akan bekerjasama dengan PKBM di kecamatan masing masing.

"Untuk kecamatan Mandau kita bekerjasama dengan PKBM Mandau, sendangkan kecamatan Pinggir kita bekerjasama dengan PKBM Big Star, " jelas Agus.

Menurut Agus, jumlah peserta didik aksara di dua kecamatan tersebut diperkirakan seratus orang lebih. Pihaknya akan memfasilitasi keperluan pendidikan aksara ini, sementara tenaga pengajar berasal dari pihak PKBM.

Sementara itu untuk kecamatan lain juga akan dipersiapkan pendidikan aksara ini. Sehingga ke depan bisa mengurangi tingkat buta huruf di kabupaten Bengkalis. (*)

Penulis: Muhammad Natsir
Editor: Teddy Yohannes Tarigan
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help