News
VIDEO: Kisah Bayi Penderita Gizi Buruk Asal Dumai di RSUD Arifin Achmad
"Dia awalnya demam, badannya panas. Sampai sekarang sering sakit-sakitan. Selain demam, kadang suka muntah dan kembung,
Penulis: Aan Ramdani | Editor: David Tobing
Laporan reorter Tribunpekanbaru.com, Aan Ramdani
TRIBUNPEKANBARU.COM,PEKANBARU - Bocah laki-laki bernama Aidil Fitriansyah berusia 3 tahun terbaring lemah disalah satu ruangan di ruang Pediatric Intensive Care Unit (PICU) RSUD Arifin Achmad Pekanbaru , Senin (6/11/2017).
Anak ke-3 dari pasangan Ridwan dan Mena Marlina ini didiagnosa mengalami gizi buruk. Adil Fitriansyah merupakan pasien rujukan dari RSUD Kota Dumai dan berada di RSUD Arifin Ahmad sejak, Sabtu malam (4/11/2017).
Saat dijuampai tribunpekanbaru.com ibunda Adil, Marlina menjelaskana perkembangan terkini kondisi Aidil sejak dirawat di RSUD AA. "Alhamdullilah saya senang sudah sampai disini (RSUD AA) dan bisa diperiksa dengan baik sama dokter dengan para perawat. Harapan saya kalau bisa anak saya pulih seperti semula," kata Mena Marlina.
Menurut ia, sebelum didiagnosa mengalami gizi buruk oleh dokter. Kondisi Adil Fitriansyah sejak usia 2,5 bulan sudah pernah dirawat. Bahkan kelahiran Adil pun prematur dan harus di incubator selama dua minggu.
"Kalu saat di RSUD Dumai penyakitnya juga komplikasi ada kelenjar teroid dan infeksi paru-paru. Memang 3-5 blan sekali kita sebelumnya selalu kontrol. Kondisi terakhir ini memang dirujuk ke rumah sakit karena memang kondisinya panas selama 8 hari," katanya.
"Dia awalnya demam, badannya panas. Sampai sekarang sering sakit-sakitan. Selain demam, kadang suka muntah dan kembung," ungkap dia yang juga didampingi sang suami, Ridwan.
Namun selama 3 tahun ini, kondisi Aidil tidak juga ada perubahan ke arah yang lebih baik.Padahal dinyatakan Mena, asupan yang diberikan kepada Aidil sudah cukup baik.Dimana biasanya Aidil diberi makan bubur ditambah daging ayam dan sayuran.
"Tapi lantaran dia sakit-sakitan ini dia jadi susah makan. Sekarang cuma bisa dikasih susu, itu pun lewat selang. Sekarang pun badannya jadi agak kaku," ulas dia
Sementara itu Mena menyebutkan, anaknya itu kini hanya memiliki berat sekitar 5,2 kilogram. Menurut ia berdasarkan penjelasan dari dokter seharusnya berat ideal anak seusia Adil14 kilogram.
Meski demikian, Mena dan suami mengaku bersyukur karena Aidil kini ditangani secara baik dan professional oleh tim dokter dari RSUD Arifin Achmad. Secara bertahap, Aidil akan menjalani penanganan dan pengobatan.
Sementara itu, untuk biaya pengobatan Orangtua Adil mengandalkan layanan BPJS Kesehatan. ”Paling kurang-kurang dikit, seperti obat antibiotik, kita kadang beli sendiri di apotik. Harganya cukup terjangkau kok," Jelasnya.
Ia juga bersyukur karena ada juga orang-orang dermawan yang perhatian dan memberikan bantuan untuk Adil. Saat ini ia hanya bisa berdoa untuk kesembuhan sang buah hati.
Untuk diketahui ayahanda Aidil, Ridwan merupakan seorang honor disalah satu gudang pupuk didumai satu bulan terakhir ini. Sebelum itu, ia hanya tukang tambal ban. "Sudah lama jadi tukang tambal ban, baru sebulan ini kerja di Gunang pupuk, besok juga sudah harus kembali lagi kerja," katanya.
Tribunpekanbaru juga mempersilahkan bagi anda yang ingin membantu Adil Fitriansyah, menemui orangtuanya di ruang tunggu ruang Pediatric Intensive Care Unit (PICU) RSUD Arifin Achmad Pekanbaru. (*)