TribunPekanbaru/

Mengapa Ada Lansia yang Masih Tajam Ingatannya? Inilah Penjelasan Sains

Siapa bilang semua orang berusia lanjut kehilangan ketajaman otaknya. Beberapa orang tak memiliki penurunan kondisi otak

Mengapa Ada Lansia yang Masih Tajam Ingatannya? Inilah Penjelasan Sains
METRO.CO.UK
Dora Rixham saat berulangtahun ke 102 

TRIBUNPEKANBARU.COM - Siapa bilang semua orang berusia lanjut kehilangan ketajaman otaknya. Beberapa orang tak memiliki penurunan kondisi otak walau telah berusia diatas 65 tahun. Ahli saraf Marsel Mesulam menyebutnya dengan super ager.

Otak super ager secara fisik berbeda dengan otak manusia pada umumnya. Otak mereka sedikit lebih besar, terutama di bagian korteks luar, bagian otak yang terdiri dari zat abu-abu dan kaya akan neuron.

Namun, apakah kondisi itu terjadi sejak lahir ataukah karena terhindar dari kerusakan akibat penuaan?

Dalam hasil penelitian yang dipublikasi di jurnal PLOS One pada Juli 2011, Yasuyaki Taki dan koleganya membandingkan otak dari 24 pria dan wanita super ager dengan 12 orang lain dengan kondisi otak normal.

Dalam penelitian selama 18 bulan, Taki mendapati bahwa otak manusia normal mengalami atrofi lebih dari dua kali lebih banyak dibandingkan dengan otak super ager.

Kini, para peneliti berusaha bergerak lebih jauh. Mereka ingin mengetahui apakah kondisi sosial juga turut berperan terhadap otak super ager.

Untuk mendapatkan jawabannya, Emily Rogalski dan koleganya mempelajari 31 manusia super ager di atas 80 tahun, serta 19 orang pada usia yang sama dengan kognitif rata-rata.

Hasilnya, para superager memiliki hubungan yang lebih memuaskan dan bermutu tinggi dibandingkan dengan manunsia berotak normal.

Rogalski dan timnya meminta semua peserta mengisi kuesioner untuk menilai kebahagiaan dan kepuasan hidup. Meski mendapatkan skor yang relatif sama, para super ager menonjol dalam relasi persahabatan dengan orang lain.

Hasil penelitian ini telah dipublikasi di jurnal PLOS One pada 23 Oktober 2017.

Halaman
12
Tags
Lansia
Otak
Editor: Muhammad Ridho
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help