TribunPekanbaru/

Hari Pahlawan

Hari Pahlawan, Kisah Djauwari Saksikan Komodor Yos Sudarso Gugur di Pertempuran Laut Aru

KRI Macan Kumbang dan KRI Harimau berhasil putar arah. KRI Macan Tutul pasang badan dalam pertempuran di Laut Maluku.

Hari Pahlawan, Kisah Djauwari Saksikan Komodor Yos Sudarso Gugur di Pertempuran Laut Aru
Tribun Pekanbaru
ILUSTRASI - KRI Barakuda hadir di Dumai dalam perayaan HUT TNI ke 69 di Dumai, Selasa 97/10/2014) 

Laporan Wartawan Tribun Pekanbaru, Fernando Sikumbang

TRIBUNPEKANBARU.COM,DUMAI - Momen Pertempuran di Laut Aru masih terngiang dalam pikiran Djuwari. Pertempuran pada 15 Januari 1962 begitu membekas dalam ingatan pria 78 tahun. Satu peristiwa memilukan pada pertempuran adalah gugurnya Komodor Yos Sudarso.

Ia gugur bersama para prajuritnya dalam satu rangkaian operasi pembebasan Irian Barat dari tangan Belanda. Yos Sudarso menjadi yang terdepan saat memimpin KRI Macan Tutul. Dua kapal yakni KRI Macan Kumbang dan KRI Harimau juga ikut dalam operasi senyap di malam hari.

Naas tiga Kapal Perang Belanda dengan persenjataan lengkap sudah menanti. Yos Sudarso memerintahkan kapal putar arah. Mereka tidak siap dengan adanya pertempuran dan persenjataan.

Dua anggota LVRI Dumai, Djuwari dan Kasban berbincang usai hadiri Upacara Peringatan Hari Pahlawan di Dumai, Jum'at (10/11/2017).
Dua anggota LVRI Dumai, Djuwari dan Kasban berbincang usai hadiri Upacara Peringatan Hari Pahlawan di Dumai, Jum'at (10/11/2017). (TribunPekanbaru/Fernando Sikumbang)

KRI Macan Kumbang dan KRI Harimau berhasil putar arah. KRI Macan Tutul pasang badan dalam pertempuran di Laut Maluku. Armada perang Belanda lantas menggempur kapal dengan nomor lambung 650.

Mereka juga menyerang KRI Macan Tutul dari udara. Dua kapal lain selamat, sayang Yos Sudarso dan puluhan tentara Indonesia gugur dalam tugas.

"Saat itu KRI Macan Tutul menjadi tameng kami, mereka melindungi kapal yang beriringan kala itu," kenang Djuwari kala berbincang dengan Tribun, Jum'at (10/11/2017) usai Peringatan Hari Pahlawan di Dumai.

Pria berdarah Jawa ini mengaku berada di unit kapal Land Ship Tank (LST) dalam rangakaian Operasi Trikora. Ia melihat langsung saat KRI Macan Tutul tenggelam dalam pertempuran malam tragis.

Pria tergabung dalam Legiun Veteran Republik Indonesia (LVRI) Markas Cabang Dumai ikut dalam persiapan jelang menyusup ke Irian Barat. Sejumlah kapal memang siaga di sebuah pulau bernama Dobo.

Posisinya ada di tenggara Sorong. Awalnya seluruh kapal berada di sana. Mereka baru bergerak pada 15 Januari 1962 pada pukul 17.00 WIB. Djuwari ikut dalam Kapal LST dan berlayar di tengah gelapnya lautan.

Ia mengingat secara mendadak muncul Kapal Perang Belanda warna Putih. Mirisnya, sejumlah kapal tidak mengisi amunisi untuk pertempuran "Saat itu pukul 8 malam, kami semua panik, kami tak terbayang bakal ada gempuran dari Belanda," ujar Sekretaris LVRI Markas Cabang Dumai. (fer)

Tags
Pahlawan
Penulis: Fernando
Editor: M Iqbal
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help