TribunPekanbaru/

Panwaslu Bengkalis Temukan 18 Nama Calon PPS Terlibat Partai Politik

Berdasarkan hasil telaah ini pihaknya telah menyurati KPU untuk memindaklanjuti hasil temuan ini.

Panwaslu Bengkalis Temukan 18 Nama Calon PPS Terlibat Partai Politik
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Petugas PPSU membantu petugas KPUD mengangkat kotak suara untuk dibawa ke berbagai kelurahan di Kecamatan Kebon Jeruk, Jakarta Barat, Jakarta, Senin (13/2/2017). Logistik surat suara Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta didistribusikan ke setiap kantor Kelurahan di Jakarta dan siap digunakan untuk Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) DKI Jakarta pada 15 Februari mendatang. TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN 

Laporan Wartawan Tribun Muhammad Natsir

TRIBUNPEKANBARU.COM, BENGKALIS - Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kabupaten Bengkalis mememukan indikasi 18 nama calon anggota Panitia Pemungutan Suara (PPS) Pemilihan gubernur 2018 yang mendaftarkan diri terlibat partai Politik. Hal ini diungkap Ketua Panwaslu Bengkalis Mukhlasin, Jumat (10/11) Sore.

"Kita kemarin melakukan telaah terhadap nama calon PPS yang mendaftarkan diri di KPU, ternyata hasil telaah ini kita temukan delapan belas nama terindikasi terlibat partai politik, " jelas Mukhlasin.

Menurut dia, pihaknya melakukan telaah dengan menelaah jumlah nama calon PPS ini disesuaikan dengan SK Partai Politik yang mendaftar di KPU Bengkalis. Berdasarkan hasil telaah ini pihaknya telah menyurati KPU untuk memindaklanjuti hasil temuan ini.

"Dari hasil telaah kita delapan belas nama calon PPS ini terindikasi terlibat partai politik baik di pengurusan tingkat kabupaten maupun kecamatan," jelasnya.

Namun pihaknya belum memastikan delapan belas nama ini betul betul terlibat pengurusan partai politik. Temuan pihak Panwaslu baru sebatas kesamaan nama antara calon PPS dengan nama sejumlah pengurus partai politik.

“Tentu yang lebih tahu apakah nama-nama tersebut benar benar pengurus partai politik atau tidaknya adalaht pihak KPU. Karena mereka sekurang-kurangnya memiliki data terkait pengurus partai politik maupun anggota partai politik yang mendaftar ke KPU,” jelasnya.

Mukhlasin juga berharap kepada masyarakat agar dapat bersama-sama Panwaslu Bengkalis dalam melakukan pengawasan Pemilihan umum maupun Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Provinsi Riau mendatang. Pengawasan dilakukan dengan cara melaporkan jika adanya pelanggaran dalam setiap tahapan yang diselenggarakan KPU.

"Termasuk pada proses penerimaan calon anggota PPS yang sedang berlangsung saat ini," terang Mukhlasin.

Sementara itu, Ketua KPU Bengkalis Defitri Akbar mengakui adanya laporan yang disampaikan Panwaslu kepihaknya terkait 18 orang diduga terlibat kepengurusan partai politik. Namun pihak KPU sudah melakukan klarifikasi terhadap delapan belas calon PPS yang disampaikan Panwaslu tersebut.

" Kita sudah melakukqn klarifikasi terhadap calon PPS tersebut. Klarifikasi dilakukan langsung saat wawancara para calon PPS kemarin, " tegasnya.

Dari klarifikasi tersebut tidak semua dari delapan belas nama tersebut terlibat partai politik. Ada beberapa yang hanya kesamaan nama dengan para calon PPS ini.

Pria yang akrab disapa dedek ini mengatakan, dari delapan belas nama yang dilaporkan Panwaslu, hanya empat nama yang betul betul tidak terlibat partai politik. "Sementara 14 nama memang betul betul pengurus partai," tegas Dedek.

Dia memastikan nama yang terlibat partai politik tersebut sudah dicoret dari pencalonan. "Kita sudah coret dari pencalonan mereka yang terlibat langsung dalam pengurusan partai, " tandasnya. (*)

Penulis: Muhammad Natsir
Editor: Teddy Yohannes Tarigan
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help