TribunPekanbaru/

Rokan Hulu

Perkara Dugaan Korupsi Silpa APBDes Kepayang Sudah Tahap II

Uang itu diakui tersangka digunakan untuk berbisnis batu bara, namun dia ditipu, bisnisnya gagal.

Perkara Dugaan Korupsi Silpa APBDes Kepayang Sudah Tahap II
TribunPekanbaru/DonnykusumaPutra
Kapolres Rohul AKBP Yusup Rahmanto SIK, MH, menetapkan Kepala Desa (Kades) Kepayang, Anten, sebagai tersangka korupsi dana Silpa yang bersumber dari APBDes kepayang tahun Anggaran 2015. 

Laporan Wartawan Tribun Pekanbaru, Donny Putra

TRIBUNPEKANBARU.COM, PASIRPANGARAIAN- Perkara dugaan korupsi dana Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (Silpa‎) bersumber dari APBDes Kepayang tahun anggaran 2015 dan 2016 yang menjerat Kepala desa, Anten, telah tahap II.

Penyidik Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Sat Reskrim Polres Rokan Hulu (Rohul), telah meyerahkan ‎berkas tahap II atau tersangka dan barang bukti diterima langsung oleh Kasi Pidsus Kejaksaan Negeri (Kejari) Rohul, Herlambang Sucipto, SH. MH, Kamis (9/11/2017).

Kapolres Rohul AKBP Yusup Rahmanto, SIK. MH melalui Kasat Reskrim Polres Rohul AKP Harry Avianto, SIK mengungkapkan, dengan telah dilakukannya penyerahan tahap II ini, maka untuk penahanan menjadi kewenangan pihak JPU Kejari Rohul.

Baca: Pencabutan Izin Gangguan oleh Kemendagri Berdampak pada PAD Bengkalis

Baca: Mau Tawuran Jelang Subuh, Belasan Remaja Dibotaki, Orangtua Mereka Disuruh Jemput

"Setelah kita limpahkan tahap II, maka tugas kita sudah selesai, dan penahanan menjadi wewenang JPU,"sebutnya, Minggu (11/11/2017).

Sementara, pelimpahan tahap II perkara dugaan korupsi dana Silpa APBDes Kepayang ini juga dibenarkan oleh Kasi Pidsus Kejari Rohul Herlambang Sucipto.

Ia menambahakan, dalam perkara ini tersangka dijerat Pasal 2, 3, 8, 9 Jo Pasal 18 Undang-Undang (UU) Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

"Sebagaimana diubah dengan UU Nomor 20 tahun 2001 tentang perubahan atas UU Nomor 31 Tahun 1999 tentang tindak pidana korupsi dengan ancaman 20 tahun penjara," ucapnya.

Halaman
12
Penulis: Donny Kusuma Putra
Editor: Afrizal
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help