TribunPekanbaru/

Perlunya Evaluasi Pasca Menurunnya Prestasi Atlet Rohul di Ajang Porprov

perolehan medali Kontingen Kabupaten Rohul pada perhelatan Porprov kali ini, hanya meraih 5 medali emas, 12 medali perak dan 21 medali perunggu.

Perlunya Evaluasi Pasca Menurunnya Prestasi Atlet Rohul di Ajang Porprov
Istimewa
Joni Alpen, M.Pd Putra Kelahiran Sei Dodok Kec. Rambah Samo. Dosen Penjaskesrek FKIP UIR dan Mahasiswa S3 Pendidikan Olahraga UNJ 

Laporan Reporter Tribun Pekanbaru, Nolpitos Hendri

Oleh: Joni Alpen, M.Pd Putra Kelahiran Sei Dodok Kec. Rambah Samo. 
Dosen Penjaskesrek FKIP UIR dan Mahasiswa S3 Pendidikan Olahraga UNJ

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Perhelatan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Riau ke-IX yang dilaksanakan di Kabupaten Kampar telah usai, Bengkalis keluar sebagai juara umum dengan perolehan 86 medali emas, 58 medali perak, dan 79 medali perunggu.

Sementara, perolehan medali Kontingen Kabupaten Rokan Hulu (Rohul) pada perhelatan Porprov kali ini, hanya meraih 5 medali emas, 12 medali perak dan 21 medali perunggu. Hasil tersebut menempatkan Kabupaten Rohul harus puas berada di peringkat ke 11 dari 12 kontingen kabupaten yang ikut serta pada ajang bergengsi di tingkat Provinsi Riau ini.

Kontingen hanya membawa pulang sebanyak 38 medali ke kabupaten yang berjulukan Negeri Suluk Berpusaka Nan Hijau ini. Capaian pada Porprov kali ini, jauh menurun dari Porprov 2014 silam di Kabupaten Indragiri  Hulu. Saat itu, Kabupaten Rokan Hulu berhasil finish diperingkat 9 dengan perolehan 8 medali emas, 13 medali perak dan 27 medali perunggu dengan total keseluruhan 48 medali.

Maka perlu direnungkan bersama, bahwa ini adalah masalah besar yang harus dihadapi oleh semua pelaku keolahragaan di Rohul, mulai dari pemerintah daerah, pembina olahraga, pelatih, atlet dan pihak serta tokoh terkait.

Secara keseluruhan, Kabupaten Rohul pada Porprov ke-IX di Kabupaten Kampar mengirimkan kontingen yang berisi 230 atlet, terdiri dari 130 atlet putra dan 40 atlet putri, ditambah 35 orang official dari berbagai cabang olahraga.

Pada perhelatan Porprov ini, Kabupaten Rohul mengikuti 18 cabang olahraga dari 20 cabang olahraga yang di pertandingkan, dan menargetkan masuk ke dalam 5 besar, dan ternyata target tidak tercapai.

Bicara tentang prestasi atlet merupakan tanggung jawab semua pihak. Terutama Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Rohul sebagai wadah organisasi olahraga. KONI mempunyai tanggungjawab yang besar terhadap pembinaan prestasi. Pembinaan prestasi atlet tidak bisa dilakukan secara sepotong-sepotong, terpetak-petak atau sendiri-sendiri.

Konsep pembinaan atlet untuk dapat mencapai prestasi yang tinggi dan maksimal, adalah harus dilakukan secara berjenjang dan berkelanjutan, hingga sampai ke prestasi puncak. Untuk dapat mencapai prestasi puncak, pembinaan atlet pun tidak bisa dilakukan sendiri-sendiri, namun harus secara sistemik, terpadu, terarah dan terprogram dengan jelas.

Keberhasilan pembinaan prestasi dapat dilihat dari beberapa faktor yang mempengaruhi yakni, 1. Tersedianya sarana prasarana dan kelengkapan olahraga yang memadai. 2. Tersedianya pelatih profesional dan dapat menerapkan program latihan dan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK). 3. Tersedianya atlet potensial yang mencukupi. 4. Adanya program yang berjenjang dan berkelanjutan, ditunjang dengan adanya anggaran yang mencukupi dan hubungan yang baik antara semua pihak (atlet, pelatih, pembina, pengurus, Pemda, dan orang yang benar-benar ahli di bidangnya. 5. Perlu diadakannya tes dan pengukuran kondisi atlet secara periodik. Jika kelima unsur ini tidak terpenuhi, janganlah berbicara prestasi ataupun target. (Nol)

Penulis: Nolpitos Hendri
Editor: Teddy Yohannes Tarigan
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help