TribunPekanbaru/

Diskes Meranti Akui Pustu Desa Tanjung Kedabu Tidak Beroperasi

Padahal Pustu tersebut dibangun untuk menunjang dan membantu memperluas jangkauan pelayanan Puskesmas

Diskes Meranti Akui Pustu Desa Tanjung Kedabu Tidak Beroperasi
TribunPekanbaru/Dody Vladimir
Petugas dari Puskesmas Lima Puluh dan Simpang Tiga Pekanbaru sedang melakukan pengecekan sampel darah dengan menggunakan alat rapid test dari warga saat screening HIV disela-sela acara Bulan peduli bebas kanker wanita Indonesia yang diselenggarakan oleh Kejaksaan Negeri (Kejari) Pekanbaru, Selasa (3/10) dihalaman Kejari Pekanbaru. Kegiatan yang berlangsung satu hari tersebut juga ada pemeriksaan gratis dekteksi dini kanker serviks dan kanker payudara bagi masyarakat umum. tribun Pekanbaru/Doddy Vladimir 

Laporan Reporter Tribunpekanbaru.com, Guruh BW

TRIBUNPEKANBARU.COM, SELATPANJANG- Dinas Kesehatan Kabupaten Kepulauan Meranti melalui Kabid Pelayanan Kesehatan (Yankes), Sardi mengakui jika Puskesmas Pembantu (Pustu) di Desa Tanjung Kedabu, Kecamatan Rangsang Pesisir sudah lama tidak beroperasi.

Padahal Pustu tersebut dibangun untuk  menunjang dan membantu memperluas jangkauan pelayanan Puskesmas Kedaburapat, Kecamatan Rangsang Pesisir.

"Dari 41 Pustu di Meranti hanya itu yang belum beroperasi. Pustu itu dibangun untuk melayani warga-warga di pedesaan yang tidak terjangkau oleh Puskemas," ujar Sardi, Selasa (14/11/2017).

Selain Pustu, Sardi juga mengakui jika Poskesdes di desa tersebut juga belum beroperasi sejak setahun lalu.

Poskesdes tersebut kata Sardi berfungsi untuk melayani persalinan bagi warga dan konsultasi masalah kesehatan masyarakat.

Menurut Sardi, belum beroperasinya Pustu dan Poskesdes di desa tersebut disebabkan minimnya tenaga kesehatan di Kabupaten Kepulauan Meranti.

"Iya belum beroperasi sejak 2016 lalu, karena tidak ada tenaga kesehatan untuk ditugaskan di sana," ujar Sardi.

Sardi mengatakan, saat ini pihaknya sudah mengajukan ke Pemkab Kepulauan Meranti melalui Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Meranti untuk melakukan perekrutan sebanyak 20 tenaga kesehatan yang akan  ditugaskan di Pustu dan Poskesdes di sejumlah desa.

"18 tenaga kesehatan itu nantinya akan ditugaskan ke Poskesdes yang belum memiliki bidan desa. Sementara dua lainnya akan ditugaskan di Puskemas ataupun Pustu yang masih kurang tenaga kesehatan. Mudah-mudahan tahun 2018 mendatang sudah bisa beroperasi untuk melayani masyarakat," ujarnya.

Untuk sementara kata Sardi, masyarakat Desa Tanjung Kedabu bisa mendapatkan pelayanan kesehatan di Puskesmas Kedaburapat ataupun Pustu yang ada di desa-desa terdekat.

"Sementara waktu warga Desa Tanjung Kedabu bisa mendapatkan pelayanan di Poskesdes dan Pustu desa terdekat," ujarnya.(*)

Penulis: Guruh Budi Wibowo
Editor: Teddy Yohannes Tarigan
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help