TribunPekanbaru/

Dituding Ada Anggaran Siluman di APBD P, Firdaus: Yang Bijak Ngomongnya, Nanti Diketawain Rakyat

Firdaus MT tampak kesal saat dikonfirmasi pernyataan legislator komisi IV DPRD Pekanbaru terkait dana siluman sebesar Rp1,6 miliar

Dituding Ada Anggaran Siluman di APBD P, Firdaus: Yang Bijak Ngomongnya, Nanti Diketawain Rakyat
TRIBUNPEKANBARU.COM/BUDI RAHMAT
Walikota Pekanbaru Firdaus MT 

Laporan wartawan Tribun Pekanbaru: Syaiful Misgiono

TRIBUNPEKANBARU.COM - Walikota Pekanbaru, Firdaus MT tampak kesal saat dikonfirmasi pernyataan legislator komisi IV DPRD Pekanbaru terkait dana siluman sebesar Rp1,6 miliar di APBD Perubahan 2017. Dengan nada tinggi, Firdaus menyebut apa yang disampaikan kalangan legislatif tersebut tidak bijak dan hanya akan membuat kegaduhan di tengah masyarakat.

"Teman-teman legislator harus membuat pernyataan jangan asal ngomong. Yang bijaklah bicaranya," kata Firdaus, Selasa (13/11) di kediaman dinasnya.

Firdaus terlihat masih kesal mendengar pernyataan dari kalangan legislator tersebut. Dengan nada tinggi dia pun kembali meminta agar wakil rakyat harus bijak dalam mengeluarkan pernyataannya.

"Sebagai wakil rakyat mestinya bijak bikin pernyataan. Yang bijak ngomongnya. Nanti diketawain rakyat," ujarnya.

Firdaus menyebut, pernyataan yang disampaikan oleh Komisi IV DPRD Kota Pekanbaru tidak berdasar. Anggaran tersebut, kata Firdaus , sebelumnya telah dibahas oleh Pemko Pekanbaru bersama dengan DPRD Pekanbaru. Anggaran Rp 1,6 miliar digunakan untuk menangani masalah sampah di Pekanbaru, karena keberadaan mobil angkut sampah yang dimiliki oleh Dinas terkait tidak mencukupi.

"Kita sama-sama tahu, armada angkutan bus TMP sangat minim. Iidealnya kita butuh 150 unit. Kita punya 68, yang jalan hanya 50, sisanya tidak dapat beroperasi karena sudah tua,"kata Firdaus.

Karena terjadi kekurangan, Firdaus lantas memerintahkan kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Pekanbaru untuk menganalisis kebutuhan mobil tambahan hingga akhir tahun. Hingga akhirnya diperoleh total 50 mobil dengan sistem sewa.

"Tujuannya agar angkut sampah lebih maksimal dan penumpukan sampah di perumahan masyarakat dapat ditanggulangi," ujarnya.

Firdaus mengatakan sebelum memutuskan menyewa 50 unit mobil jenis bak terbuka itu, pihaknya terlebih dahulu melakukan lelang penyedia kendaraan. Sebagai pemenang lelang ditunjuk PT Sedayu Citra Mobil sebagai penyedia kendaraan.

Sisitem sewa kendaraan juga hanya akan dilakukan hingga akhir tahun. Sementara pada 2018 mendatang, dia mengatakan pihaknya akan bekerjasama dengan pihak ketiga.

"Tahun 2018 kita kerjasama dengan pihak ketiga. Kerjasama lebih tinggi dari itu penyewaannya," ujarnya.(*)

Penulis: Syaiful Misgio
Editor: Teddy Yohannes Tarigan
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help