TribunPekanbaru/

Hingga Oktober 2017, Ternyata Perkara Ini Yang Banyak Ditangani Kejari Rohul

Catatan Kejaksaan Negeri (Kejari) Rohul, hingga akhir Oktober 2017, sebanyak 78 perkara narkotika merupakan limpahan dari jajaran Polres Rohul

Hingga Oktober 2017, Ternyata Perkara Ini Yang Banyak Ditangani Kejari Rohul
Tribun Pekanbaru/ Budi Rahmat
Barang bukti yang didapatkan dari pengungkapan narkoba Polres Inhu, Kamis (2/11/2017) 

Laporan Wartawan Tribun Pekanbaru, Donny Putra

TRIBUNPEKANBARU.COM, PASIRPANGARAIAN- Walaupun aparat Kepolisian tetap giat dalam melakukan pemberantasan barang haram, namun peredaran dan penyalahgunaan narkotika masih saja terjadi

Seperti peredaran narkotika‎ di Kabupaten Rokan Hulu (Rohul). Bukan hanya orang dewasa saja sebagai pelakunya, bahkan anak berusia di bawah umur dan ibu rumah tangga sudah ikut dalam jaringan barang haram.

Kepala Kejari Rohul Freddy Daniel Simanjuntak, melalui Kasi Pidum Kejari Rohul M. Fitri Adhy‎ mengungkapkan, berdasarkan catatan Kejaksaan Negeri (Kejari) Rohul, hingga akhir Oktober 2017, sebanyak 78 perkara narkotika merupakan limpahan dari jajaran Polres Rohul sudah ada yang putus, proses persidangan, dan pemberkasan.

"78 perkara yang kami tangani sampai Oktober 2017, terdiri 76 perkara dengan pelakunya orang dewasa dan 2 perkara pelakunya anak-anak," katanya , Senin (13/11/2017).

Adhy mengungkapkan, untuk perkara narkotika tahun 2016 sendiri, ada sebanyak 139 perkara ditangani pihak Kejari Rohul, terdiri 136 perkara melibatkan orang dewasa dan 3 perkara melibatkan anak-anak.‎

"Ya dilihat dari tahun sebelumnya memang ada penurunan, namun perkara penyalahgunan narkotika ini masih tinggi dibandingkan perkara lainya," ungkapnya.

Lebih lanjut dijelaskanya, tidak seperti perkara penyalah gunaan Narkotika yang hingga Oktober mengalami penurunan dibandingkan 2016, ternyata perkara pencabulan mengalami kenaikan.

Dimana hingga Oktober 2017 ini, tambah Adhy perkara perlindungan anak, ada sebanyak 29 perkara, dimana, 23 perkara pelakunya orang dewasa dan 6 perkara masih anak-anak.

Diakuinya, dari keseluruhan perkara ini yang menjadi korban adalah anak dibawah umur, memang untuk tahun ini mengalai peningkatan 6 perkara dibanding tahun 2016, yang mencapai 24 Perkara.

"Memang sangat miris, perkara perlindungan anak di 2017 ini mengalami peningkatan, semoga saja angka ini tidak bertambah hingga diakhir tahun," harapnya.

Saat ditanya apakah perkara pencurian dengan kekerasan ‎di tahun 2017 mengalami peningkatan, Adhy mengaku, untuk prkara pencurian dengan kekerasan mengalami penurunan.

Dilanjutkanya, perkara pencurian dengan kekerasan hingga oktober 2017 ‎ada 11 perkara yang melibatkan 9 perkara orang dewasa dan anak-anak 2 perkara.

"Sedangkan 2016 ada 19 perkara, 16 perkara orang dewasa dan 3 perkara lainya adalah anak-anak," tutupnya.

Penulis: Donny Kusuma Putra
Editor: Teddy Yohannes Tarigan
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help