TribunPekanbaru/

Kuburan Batavia, Ratusan Mayat Hasil Pembantaian Akhirnya Ditemukan Setelah 400 Tahun Berlalu

Sebuah kapal untuk ditetapkan dari Texel di Belanda ke Batavia, yang sekarang kita kenal sebagai Jakarta di Indonesia.

Kuburan Batavia, Ratusan Mayat Hasil Pembantaian Akhirnya Ditemukan Setelah 400 Tahun Berlalu
dailymail
Kuburan Batavia atau Pulau pembunuh 

TRIBUNPEKANBARU.COM - Para ilmuwan masih menemukan 125 mayat orang-orang yang dibunuh oleh sekelompok pemberontak yang brutal.

Kelompok itu dikatakan bertekad menjadi bajak laut setelah kapal mereka menabrak sebuah pulau tak berpenghuni 400 tahun yang lalu.

Dilansir dari DailyMail Beacon Island, yang kemudian bernama Kuburan Batavia dan dijuluki Pulau Pembunuhan karena kekejaman yang terjadi, adalah lokasi pembantaian pertama dan terbesar di Australia.

Berabad-abad setelah kapal karam kapal pesiar Belanda di sebuah pulau kecil di Australia Barat, kisah tentang apa yang terjadi pada orang-orang yang berenang ke darat tetap tidak diketahui.

Pada tanggal 28 Oktober 1628, Perusahaan Hindia Timur Belanda memberi lampu hijau untuk sebuah kapal untuk ditetapkan dari Texel di Belanda ke Batavia, yang sekarang kita kenal sebagai Jakarta di Indonesia.

Ada 316 orang di dalamnya, termasuk keluarga dan anak-anak biasa, dan tentara menjaga rempah-rempah dan perak yang diangkut.

Batavia adalah sebuah kapal dari Perusahaan Timur Belanda (VOC). Dibangun di Amsterdam pada tahun 1628
Batavia adalah sebuah kapal dari Perusahaan Timur Belanda (VOC). Dibangun di Amsterdam pada tahun 1628

Ketegangan meningkat di atas kapal Batavia, yang dinamai sesuai tujuannya, dengan sebuah pemberontakan yang berencana mengubah kapal tersebut menjadi kapal bajak laut.

Untuk melancarkan rencana pengambilalihan, pemberontak secara seksual menyerang putri seorang pedagang kaya untuk memancing reaksi dari hirarki.

Dengan suasana hati di kedua sisi perselisihan yang mencapai titik didih pada tanggal 4 Juni 1629, Batavia menabrak Morning Reef, sekitar 60 km jauhnya di lepas pantai Australia Barat.

Halaman
1234
Penulis: Teddy Yohannes Tarigan
Editor: Teddy Yohannes Tarigan
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help