TribunPekanbaru/

'Negeri di Atas Awan' Mahkota Puncak Bukit Suligi

Bagi para pencinta ketinggian, Kabupaten Rokan Hulu (Rohul), Riau, ternyata punya objek wisata 'Negeri di Atas Awan'

'Negeri di Atas Awan' Mahkota Puncak Bukit Suligi
Istimewa
Objek wisata Buntu Liarra‎ di Mamasa, Provinsi Sulawesi Barat. 

Lebih lanjut dijelaskanya, setiap pengunjung‎ akan dikenakan biaya Rp 35 ribu, sudah termasuk biaya parkir kendaraan, snack dan minuman, serta nasi bungkus.

Bagi pengunjung yang tertarik bisa menghubungi Care Taker Aliantan jauh hari sebelum mendaki di contact person: 085274375656.

Untuk memajukan objek wisata alam puncak Bukit Suligi ini, diakuinya, Care Taker Aliantan yang terbentuk 2016 lalu ini bekerjasama dengan komunitas My Trip My Adventure (MTMA) Rohul, dan MTMA Riau, serta komunitas pecinta alam lainnya.‎

"Selama ini belum ada bantuan dari pemerintah hanya dari kantong sendiri. Mudah-mudahan ke depannya Insya Allah ada bantuan," harap

‎Dirinya mengaku, bantuan sangat diperlukan untuk membeli tali khusus yang dipakai untuk mendaki puncak Bukit Suligi, termasuk perkemahan dan peralatan masak yang diperlukan.

"Sebab pengunjung akan menikmati sunrise (matahari terbit) dan sunset (matahari terbenam), jadi satu malam harus menginap di puncak Bukit Suligi," ungkapnya.

Care Taker Aliantan juga membatasi pengunjung. Mereka hanya bisa melayani 50 pengunjung setiap pekannya, sebab kapasitas di puncak Bukit Suligi hanya bisa untuk menampung 50 orang.‎

"Jadi kalau lebih dari 50 orang dicancel atau dialihkan di pekan berikutnya. Karena daya tampung di puncak itu hanya untuk 50 orang," terangnya.‎

Rois juga mengingatkan ke pengunjung agar tidak membawa Narkoba atau minuman keras selama naik ke puncak Bukit Suligi. Pasalnya, sebelum mendaki, Care Taker Aliantan akan memeriksa bawaan setiap pengunjung.‎ Sebelum mendaki, pengunjung juga harus mengikuti ritual doa bersama untuk keselamatan.

"Jadi tidak sembarangan mendaki ke puncak Bukit Suligi," pesannya.‎

Halaman
123
Penulis: Donny Kusuma Putra
Editor: Teddy Yohannes Tarigan
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help