TribunPekanbaru/

Para Perawat Dipaksa 'Menari Seksi' di Sebuah Acara, Rumah Sakit ini Dikecam

Kemarahan dimulai setelah seorang perawat memposting keluhan dan video tarian di media sosial

Para Perawat Dipaksa 'Menari Seksi' di Sebuah Acara, Rumah Sakit ini Dikecam
dailymail
Perawat disuruh untuk menari seksi dalam sebuah acara 

TRIBUNPEKANBARU.COM - Sebuah rumah sakit di Korea Selatan telah dikecam karena diduga memaksa perawat wanita untuk melakukan 'tarian seksi' di depan manajemen di sebuah acara perusahaan.

Seperti dilansir dari DailyMail pada hari Senin, Asosiasi Perawat Korea meminta penyelidikan di Rumah Sakit Hallym University's Sacred Heart Hospital di Chuncheon.

"Ini adalah tantangan berat untuk panggilan dan harga diri perawat," ungkap asosiasi perawat mengatakan dalam sebuah pernyataan.

"Ada banyak perawat yang menanggung beban kerja yang kuat, gaji rendah dan sering lembur dengan rasa tugas dan panggilan mereka."

"Mengingat hal ini, skandal itu memfitnah dan menyinggung para perawat ini."

Kemarahan dimulai setelah seorang perawat memposting keluhan dan video tarian di media sosial
Kemarahan dimulai setelah seorang perawat memposting keluhan dan video tarian di media sosial

Kemarahan dimulai setelah seorang perawat memposting keluhan dan video tarian di media sosial.

Tampaknya menunjukkan perawat dengan celana pendek dan atasan ketat melakukan tarian yang memberi kesan seksual pada sebuah acara olahraga tahunan di bulan Oktober.

Sebuah video muncul untuk menunjukkan kepada perawat dengan celana pendek dan atasan yang ketat melakukan tarian yang memberi kesan seksual pada sebuah acara olahraga tahunan di bulan Oktober.
Sebuah video muncul untuk menunjukkan kepada perawat dengan celana pendek dan atasan yang ketat melakukan tarian yang memberi kesan seksual pada sebuah acara olahraga tahunan di bulan Oktober.

"Kami dipaksa berdansa di depan pejabat tinggi firma tersebut, yang duduk berdampingan di meja panjang," ujar perawat itu memasang postingan di media sosial.

Sebuah tinjauan internal di rumah sakit sedang berlangsung, kata Kementerian Pekerjaan dan Tenaga Kerja setempat.

"Jika kita menemukan masalah hukum, kita akan memanggil pejabat rumah sakit yang bertanggung jawab," kata kementerian tersebut.

Lihat videonya:

Penulis: Teddy Yohannes Tarigan
Editor: Teddy Yohannes Tarigan
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help