TribunPekanbaru/

Penyuka Musik Metal Namun Ingin Hijrah? Ponpes Ini Jawabannya

esantren ini berisi anak-anak penyuka musik metal, anak jalanan, hingga preman

Penyuka Musik Metal Namun Ingin Hijrah? Ponpes Ini Jawabannya
Tribunnews.com

TRIBUNPEKANBARU.COM - Pondok Pesantren Metal Tobat Sunan Kalijaga di Gandrungmangu, Cilacap, memiliki santri yang luar bisa, yakni berandalan, pemabuk, dan pemadat.

Tak seperti pesantren lainnya, pesantren ini membolehkan santrinya bermusik dan berambut gondrong. Beberapa di antaranya, bertato. Mereka pun memiliki kelompok musik.

Tapi jangan salah, dari sini lah mereka kemudian menyiarkan ajaran agama ke sekolah, radio, dan mushala.

Bagaimana kisahnya? Berikut kisah lengkapnya seperti yang dilansir dari Program Saga produksi Kantor Berita Radio (KBR).

Baca: Ingat Selebgram Hot Asal Medan Ini? Ternyata Tingkahnya Sekarang Bikin Heboh

Pondok Pesantren Metal Tobat Sunan Kalijaga di Kecamatan Gandrungmangu, Cilacap, Jawa Tengah, memiliki 450 santri dari berbagai kalangan.

Seperti namanya, pesantren ini berisi anak-anak penyuka musik metal, anak jalanan, hingga preman. Tapi, di sinilah mereka bisa diterima belajar agama saat dimana pesantren lain menolak.

Baca: Mencengangkan! Ini Standar Kecantikan Wanita Iran di Abad 19, Kalau Ada yang Begini Sekarang. . .

Pendiri Pesantren ini Kyai Haji Soleh Aly Mahbub, atau biasa disapa Abah Soleh. Di sini, santri dibolehkan bermusik, melukis, atau berkesenian lainnya. Sebab, menurutnya yang terpenting menyisipkan jiwa santri.

“Saya melihat potensi anak. Saya mendidik, saya melihat potensi. Prinsip saya, bukan melihat ini anak akan dijadikan seperti apa. Bukan. Saya lihat potensinya saja. Kalau memang dia berpotensi jadi pemusik, saya dorong jadi pemusik. Kalau saya lihat, anaknya bagus, dia tinggi, bakat jadi militer, ya saya masukkan ke militer. Kalau memang bakatnya jadi kyai, saya dorong jadi kyai. Apa manfaatnya? Manfaatnya agar anak-anak ini berguna sesuai dengan karakternya,” terangnya.

Halaman
1234
Editor: Firmauli Sihaloho
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help