TribunPekanbaru/

Upaya Mediasi Delapan Pekerja PT BKL dengan Perusahaan

Tahap awal mediasi perusahaan mengaku membayarkan upah sesuai kontrak kerja. Dimana pada kontrak tersebut ada nominal upahnya.

Upaya Mediasi Delapan Pekerja PT BKL dengan Perusahaan
Desain Tribun Pekanbaru
ilustrasi tribun 

Laporan Wartawan Tribun Muhammad Natsir

TRIBUNPEKANBARU.COM, BENGKALIS - Unit Pelayanan Teknis (UPT) Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Bengkalis terus melakukan upaya mediasi antara PT Berkat Karya Laris (BKL) dengan delapan pekerjanya yang mengadu ke Disnakertrans soal upah yang mereka terima selama bekerja di PT BKL.

Hal ini diungkap Kepala UPT Disnakertans Bengkalis Rohani, Selasa (14/11) Siang. Menurut dia mediasi tahap awal telah dilakukan UPT Disnakertrans dengan menghadirkan pimpinan PT BKL dan pekerja.

Menurut dia, tahap awal mediasi perusahaan mengaku membayarkan upah sesuai kontrak kerja. Dimana pada kontrak tersebut ada nominal upahnya.

Untuk itu, pihak Disnakertrans meninta pihak BKL untuk segera menyerahkan dokumen kontrak kerja dan slip gaji para pekerja UPT Disnakertrans Bengkalis. Hal ini dilakukan untuk memperkuat jalur mediator.

"Kita masih meminta manajemen PT. BKL untuk melengkapi administrasinya, seperti kontrak kerja dan slip gaji terhadap 8 pekerja tersebut, sehingga bisa dilakukan upaya mediator tahap selanjutnya,”katanya.

Ia juga menegaskan, hal ini sudah disampaikan ke pihak manajemen PT. BKL. Diharapkan hal ini bisa diindahkan, karena menyangkut masalah pengaduan yang diterima Disnakertran Bengkalis.

“Kita sudah minta ke pimpinan dari BKL. Namun saat ini pimpinan mereka sedang keluar kota, jadi kita masih menunggu sikap BKL soal sejauh mana kontrak kerja dan adanya slip gaji dari ke delapan pekerja tersebut,”tuturnya.

Sementara itu, terkait kemungkinan pihak PT. BKL tidak memperkerjakan, pekerja yang mengadukan masalah ini, Rohani mengatakan ada mekanismenya.

Menurut dia, untuk memberhentikan mereka ada mekanismenya tidak ada dilakukan begitu saja. "Kita berjalan sesuai aturan, jadi pihak perusahaan tidak bisa begitu saja menghentikan mereka," jelasnya.

Menurut dia, pekerja masih berstatus pekerja diperusahaan tersebut. Sampai upaya mediasi selesai. "Minggu depan kita akan mempertemukan kembali ke dua belah pihak. Kita harap bisa memberikan menemukan hasil mediasi selanjutnya, " jelas Rohani.

Seperti diketahui, Seminggu lalu sebanyak delapan orang pekerja dari PT BKL datangi UPT Disnakertrans Bengkalis. Kedatangan mereka mengadukan persoalan upah yang diterima mereka selama ini.

Para pekerja mengaku di gaji dibawah upah minimum. Gaji mereka berkisar Rp 1.300.000 sampai Rp 1.500.000, selain itu juga mereka tidak mendapat BPSJ Ketenagakerjaan.(*)

Penulis: Muhammad Natsir
Editor: Teddy Yohannes Tarigan
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help