Cek Dulu Hal Ini Sebelum Beli Kosmetik Agar Tidak Menyesal Kemudian

Hendaknya lebih selektif dalam memilih kosmetik yang hendak digunakan, terutama lewat pembelian secara online.

Cek Dulu Hal Ini Sebelum Beli Kosmetik Agar Tidak Menyesal Kemudian
tribunpekanbaru/rizkyarmanda
BBPOM Pekanbaru menyita 1.923 kemasan kosmetik 

Laporan wartawan Tribun Pekanbaru: Rizky Armanda

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU -Terkait temuan seribuan kosmetik yang masuk kategori tidak memenuhi ketentuan, yakni berupa kosmetik tanpa izin edar dan mengandung bahan berbahaya, BBPOM Pekanbaru menghimbau masyarakat agar lebih berhati-hati dan waspada.

"Kita minta para pelaku usaha seperti toko kosmetik, salon, dan lain-lain untuk menaati peraturan yang berlaku," ungkap Kepala BBPOM Pekanbaru, Muhammad Kashuri, Senin (20/11/2017).

Untuk konsume, Kashuri juga menyebutkan, hendaknya lebih selektif dalam memilih kosmetik yang hendak digunakan, terutama lewat pembelian secara online.

"Cek kemasan, pastikan dalam kondisi baik. Baca informasi produk pada label, pastikan memiliki izin edar POM, dan tidak melebihiasa kadaluarsa," kata Kashuri.

Pasalnya dinyatakan Kashuri, kandungan berbahaya pada kosmetik yang diamankan pihaknya, memang dapat mempengaruhi kesehatan jika digunakan, terlebih dalam jangka waktu yang cukup lama.

"Yang kita temukan itu sebagian besar ada yang jenisnya krim pemutih wajah. Di mana ada yang dicemari dengan mercuri yang mana bisa menyebabkan kanker," ungkap Kashuri.

Selain itu ditambahkannya, beberapa kosmetik juga ada yang mengandung jenis obat yang dilarang.

"Ada juga yang mengandung hidroqinon. Kalau dipakai bisa mempengaruhi kulit, rasanya akan seperti terbakar dan lama-lama bisa menyebabkan kanker juga. Selain itu ada yang mengandung pewarna dilarang, ditemukan di kosmetik perona wajah dan lipstik," beber dia lagi.

Seperti yang diberitakan sebelumnya, Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) Pekanbaru menyita setidaknya 1.923 kemasan kosmetik yang dikategorikan tidak memenuhi ketentuan.

Halaman
12
Penulis: Rizky Armanda
Editor: M Iqbal
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help