Naik 8,71 Persen, Dewan Minta Kenaikan Upah Menjadi Pelajaran Bagi Pemerintah Kedepan

Dengan angka kenaikan 7,81 persen, pihak buruh masih keberatan karena dinilai masih kurang jika dibandingkan dengan kebutuhan.

Naik 8,71 Persen, Dewan Minta Kenaikan Upah Menjadi Pelajaran Bagi Pemerintah Kedepan
Net
Ilustrasi 

Laporan Wartawan Tribun Pekanbaru, Alexander

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU -- Anggota Komisi V DPRD Riau, Ade Hartati menilai, kenaikan upah buruh seyogyanya menyesuaikan dengan kenaikan harga kebutuhan buruh dan masyarakat.

Dengan angka kenaikan 7,81 persen, pihak buruh masih keberatan karena dinilai masih kurang jika dibandingkan dengan kebutuhan.

Menurut politisi PAN Riau ini, ada beberapa hal pokok yang harusnya menjadi perhatian pihak pemerintah dalam memutuskan kenaikan upah.

"Yang harus menjadi bahan pertimbangan mestinya adalah kebutuhan-kebutuhan masyarakat, mulai dari pembiayaan sekolah, harga pasar, aembako, dan tarif pembiayaan lainnya," kata Ade Hartati kepada Tribun, Rabu (22/11).

Namun karena hal itu sudah diputuskan dan ditetapkan, maka menurut Ade pihak pemerintah perlu melakukan langkah-langkah konkrit dan mengambil kebijakan, untuk mengimbangi pembiayaan yang dibutuhkan oleh masyarakat.

"Ketika ini sudah ditetapkan, maka tentu kita tidak bisa berbuat banyak lagi. Kita berharap ada langkah yang dilakukan oleh pihak pemerintah, dengan mengambil kebijakan yang meringankan beban masyarakat, sehingga ada perimbangan antara pendapatan dan kebutuhan masyarakat," imbuhnya.

Ade mencontohkan, misalnya pada bidang kesehatan, pihak pemerintah harus berupaya memastikan buruh dan masyarakat mendapat layanan kesehatan, misalnya BPJS, tanpa pengurusan yang sulit dan pelayanan terbaik.

"Selain itupihak pemerintah juga harus berupaya menumbuh kembangkan perekonomian kecil milik masyarakat, membuka lapangan pekerjaan baru, menekan biaya pendidikan, dan berbagai kebutuhan masyarakat lainnya," ulasnya.

Ia juga berharap, kedepan, pihak pemerintah harus lebih memperhatikan dan mempertimbangkan kebutuhan masyarakat, dengan menyesuaikan harga pasar dengan angka kenaikan upah, sehingga masyarakat lebih merasa mendapatkan jaminan untuk kebutuhannya. (ale)

Penulis: Alex
Editor: Teddy Yohannes Tarigan
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help