TribunPekanbaru/

Waskita dan PLN Operasi Katarak Gratis untuk 50 Warga Inhu dan Pelalawan

Dengan teknologi bernama PHCO Emulsifikasi tindakan pengoperasian dilakukan tanpa sayatan dan tanpa luka.

Waskita dan PLN Operasi Katarak Gratis untuk 50 Warga Inhu dan Pelalawan
istimewa

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - PT Waskita Karya dan PLN Unit Induk Pembangkit Sumatera Bagian Tengah bekerjasama dengan Rumah Sakit Pekanbaru Eye Centre (PBEC) dan Persatuan Dokter Mata Indonesia (Perdami) melakukan kegiatan sosial operasi mata katarak gratis, Sabtu (25/11).

Sebanyak 50 orang pasien yang sebelumnya telah dilakukan screaning menjalani tindakan pengoperasian mata katarak gratis.

Para pasien ini berasal dari daerah Kabupaten Pelalawan dan Indragiri Hulu, kabupaten ini jadi lokasi pembangunan sejumlah proyek PLN oleh Waskita Karya.

"Aksi sosial ini meruapakan bagian dari program CSR kedua perusahaan," kata Perwakilan Humas Waskita Karya, Reno Efendi.

Ia mengatakan kegiatan sosial semacam itu rutin dilkukan oleh perusahaan disetiap lokasi proyek pembangunan yang dikerjakan Waskita Karya.

"Ini merupakan bentuk tanggung jawab kami kepada masyarakat sebagai perusahaan yang bererak dekat dengan masyarakat," tuturnya.

Memudahkan para pasien mata katarak tersebut menuju Pekanbaru untuk operasi, Waskita Karya menyediakan transportasi untuk para pasien dan keluarga.

"Kita tidak hanya sekedar menanggung biaya operasi tetapi juga biaya perawatan pasca operasi sampai benar-benar sembuh," tuturnya.

Managet Operasional RS PBEC, Dian Yayang mengatakan kerjasama ini dalam hal aksi sosial ini banyak dilakukan oleh rumah sakit.

Ini bagian dari aksi rutin yang dilakukan rumah sakit sebagai bentuk kepedulian sosial.

Dalam operasi ini PBEC menggunakan teknologi mutakhir dalam melakukan operasi katarak.

Dengan teknologi bernama PHCO Emulsifikasi tindakan pengoperasian dilakukan tanpa sayatan dan tanpa luka.

Penggunaan teknologi ini membuat proses penyembuhan pasca operasi jadi lebih cepat.

Penulis: Ikhwanul Rubby
Editor: M Iqbal
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help