TribunPekanbaru/

Advertorial

Festival Perang Air Makin Meriah Bersamaan Perayaan Cap Gomeh

Wisatawan akan dipukau dengan atraksi-atraksi Barongsai dan Tatung (menusuk bagian tubuh dengan logam) dari warga Tionghoa.

Festival Perang Air Makin Meriah Bersamaan Perayaan Cap Gomeh
istimewa

BERTEPATAN dengan hari besar Imlek (Cap Gomeh), menjadikan Festival Perang Air menjadi semakin meriah.

Wisatawan akan dipukau dengan atraksi-atraksi Barongsai dan Tatung (menusuk bagian tubuh dengan logam) dari warga Tionghoa.

Malam harinya, mata wisatawan akan dimanjakan dengan ribuan lampion yang menghiasi bangunan dan ruas jalan di Selatpanjang.

Setiap malam, wisatawan juga disuguhi oleh keindahan ribuan kembang api yang bermekaran di langit kota.

Wisatawan juga bisa menikmati kopi khas Selatpanjang di warung-warung kopi yang berjejer di kanan dan kiri jalan.

Meskipun harga hanya berkisar Rp 3-4 ribu per cangkirnya, namun kopi khas Selatpanjang bercitra rasa restoran.

Tak hanya kopi, Selatpanjang juga surga bagi pengunjung yang hobi berburu kuliner tradisional.

Di sejumlah warung kopi, pengunjung bisa menikmati kelezatan kuliner unggulan Meranti berbahan sagu, Sempolet.

Sekilas, tekstur sempolet sangat mirip seperti sup kental. Makanan yang juga mirip makanan khas Papua, Papeda ini menggunakan pakis dan dan seafood untuk bahannya. (adv)

Editor: Sesri
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help