Orangtua Paksa Putrinya Menikah, Ada yang Masih Usia 12 Tahun, Alasannya Bikin Miris

Anak perempuan yang dinikahkan orangtuanya pada usia dini tersebut bahkan hampir tidak mengenal calon suaminya.

Orangtua Paksa Putrinya Menikah, Ada yang Masih Usia 12 Tahun, Alasannya Bikin Miris
Shutterstock
Ilustrasi 

TRIBUNPEKANBARU.COM - Apa pun cara dilakukan para pengungsi Rohingya di Bangladesh untuk mendapatkan makanan.

Salah satunya dengan memaksa putri-putri yang masih kecil untuk menikah.

Sialnya, beberapa di antara putri-putri itu ada yang  masih berusia sekitar 12 tahun.

Pengungsi Rohingya saat mengantri
Pengungsi Rohingya saat mengantri (kompas.com)

Sekadar informasi, Program Pangan Dunia PBB mengalokasikan bantuan makanan per rumah tangga sehingga keluarga dengan jumlah anggota yang berbeda mendapat jatah bantuan makanan yang sama.

Dengan menikahkan anak perempuan mereka maka jumlah orang yang harus diberi makan di keluarga orangtua akan berkurang.

Sementara, The Guardian menulis, anak yang sudah menikah akan mendapat jatah bantuan sendiri.

Pengungsi Rohingya yang melarikan diri dari Myanmar menuju Bangladesh mencapai angka 600 ribu jiwa.

Petugas medis mengatakan anak perempuan paling diincar sebagai sasaran kekerasan seksual di Rakhine.

Namun, saat tiba di Bangladesh, mereka kembali mendapatkan kekerasan dalam bentuk pernikahan dini.

Salah satu pengungsi anak perempuan di Bangladesh, Anwara yang masih berusia 14 tahun mengaku telah menikah dalam seminggu sejak tiba di kamp.

Sekelompok pengungsi Rohingya berjalan di jalan berlumpur setelah melewati perbatasan Bangladesh-Myanmar di Teknaf, Bangladesh, Jumat (1/9).
Sekelompok pengungsi Rohingya berjalan di jalan berlumpur setelah melewati perbatasan Bangladesh-Myanmar di Teknaf, Bangladesh, Jumat (1/9). (ANTARA FOTO)
Halaman
123
Editor: M Iqbal
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help