TribunPekanbaru/

Kepulauan Meranti

Sejak November Lalu, Sawah di Desa Bina Maju Sudah Terendam

Menurut Zahari, tidak tertampungnya air ke irigasi disebabkan naiknya permukaan laut.

Sejak November Lalu, Sawah di Desa Bina Maju Sudah Terendam
TribunPekanbaru/Donny Putra
Ilustrasi 

Laporan Reporter Tribunpekanbaru.com, Guruh BW

TRIBUNPEKANBARU.COM, SELATPANJANG- Kepala Desa Bina Maju, Kecamatan Rangsang Barat, Zahari mengungkapkan terendamnya sawah warga desa terjadi sejak awal November lalu.

Menurut Zahari, hanya sebagian kecil saja sawah di desanya yang tidak terendam.

"Setiap memasuki musim hujan, sawah di desa kami pasti terendam air. Beberapa petani sudah mencoba mengalirkan air ke parit besar (irigasi, red), namun tidak tertampung," ujar Zahari, Minggu (3/12/2017).

Menurut Zahari, tidak tertampungnya air ke irigasi disebabkan naiknya permukaan laut.

Sementara aliran irigasi mengarah langsung ke laut.

Baca: Ribuan Hektar Sawah di Meranti Terendam, Ketinggian Air Capai Setengah Meter

Baca: Permintaan Bocah 4 Tahun Bikin Ibunya Syok, Tolong Kuburkan Aku Bu, Aku Sudah Tak Kuat!

"Aliran parit tertahan oleh pasang laut, sehingga air dari parit tertahan. Sebab itu sawah tidak bisa dikuras," ujar Zahari.

Saat ini kata Zahari, petani di desanya hanya bisa berharap air yang menggenangi sawah mereka segera surut sebelum padi yang mereka semai menua.

"Jika semaian padi menua, petani terpaksa menyemai ulang. Sebab bisa memperngaruhi hasil panen," ujar Zahari.(*)

Penulis: Guruh Budi Wibowo
Editor: Afrizal
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help