TribunPekanbaru/

Akui Pembinaan di Shelter Tidak Maksimal, Dinsos Akan Gandeng TNI Bina Gepeng dan Anak Punk

Program ini sudah pernah dilakukan di Sumatra Barat. Dinas Sosial Kota Pekanbaru berencana untuk melakukan studi banding

Akui Pembinaan di Shelter Tidak Maksimal, Dinsos Akan Gandeng TNI Bina Gepeng dan Anak Punk
.

Laporan wartawan Tribun Pekanbaru, Syaiful Misgiono

TRIBUNPEKANBARU.COM - Dinas Sosial Kota Pekanbaru akan melibatkan TNI dalam melakukan pembinaan terhadap Gelandangan dan Pengemis (Gepeng) serta anak punk. Wacana ini mecuat setelah pihaknya melakukan evaluasi terhadap pembinaan yang selama ini dilakukan di shelter. Berdasarkan hasil evaluasi tersebut, pihaknya mengakui selama ini pembinaan yang dilakukan di shelter dinas sosial belum memberikan efek jera.

"Selama ini kan mereka kita bina di shelter selama lebih kurang tiga hari saja. Jadi kurang maksimal. Makanya kita akan melibatkan TNI dalam melakukan pembinaan," kata Kepala Bidang (Kabid) Rehabilitasi Dinas Sosial Kota Pekanbaru, Bustami, Rabu (6/12).

Kerja sama antara Dinas dan TNI bukan hal yang baru. Program ini sudah pernah dilakukan di Sumatra Barat. Dinas Sosial Kota Pekanbaru berencana untuk melakukan studi banding untuk mengetahui lebih jauh tentang pembinaan yang melibatkan TNI tersebut.

"Iya, kita mau studi banding ke sana (Sumbar). Kita ingin tau bagaimana pembiayaan, regulasinya dan mounya seperti apa," kata Bustami.

Pihaknya menjadwalkan akan melakukan studi banding ke Sumbar dalam akhir tahun ini. Sehingga tahun depan sudah bisa dipersiapkan pola kerjasama serta regulasinya.

"Tentu harus ada regulasinya, bisa saja nanti berbentuk Perwako. Selain itukan kita kan juga hasur melakukan mou dengan TNI karena dalam pembinaan nanri melibatkan mereka,"katanya.

Senin (4/12) kemarin, Satpol PP Pekanbaru berhasil mengamankan belasan Gelandangan dan Pengemis (Gepeng) serta anak punk. Razia Gepeng tersebut menyasar sejumlah titik persimpangan trafigh ligt di Pekanbaru. Diantaranya persimpangan Mal SKA, Pasar Pagi Arengka dan Simpang Tabek Gadang.

Sedikitnya ada 18 orang yang diamankan oleh petugas. Diantaranya 5 orang perempuan dan 13 orang laki-laki. Seluruhnya dibawa ke Markas Satpol PP di komplek perkantoran Walikota Pekanbaru. Selanjutnya dilakukan pendataan sebelum diserahkan ke dinas sosial kota Pekanbaru.

Saat ini seluruh gepeng dan anak punk tersebut sedang menjalani pembinaan mental, psikis dan keagamaan di shelter. Selama tiga hari mereka diberikan pembinaan mental. Supaya mereka tidak lagi meminta-minta di jalanan.

Setelah melakukan pembinaan, pihaknya akan menyerahkan ke pihak keluarganya. Namun jika gepeng dan anak punk tersebut berasal dari luar Pekanbaru akan diserahkan ke dinas sosial provinsi Riau untuk dipulangkan ke daerah asalnya.

"Sebelum kita serahkan ke pihak keluarga mereka kita minta untuk membuat surat pernyataan untuk tidak kembali lagi meminta-minta di jalanan,"kata Bustami.

Penulis: Syaiful Misgio
Editor: M Iqbal
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help