TribunPekanbaru/

Ganggu Ketertiban Umum dan Rawan Pungli, Pemko Akan Tertibkan Pasar Kaget

membenarkan femonena tersebut. Pihaknya mengaku akan segera melakukan pendataan dan penertiban pasar-pasar kaget yang ada disekitar pasar tradisional.

Ganggu Ketertiban Umum dan Rawan Pungli, Pemko Akan Tertibkan Pasar Kaget
TRIBUNPEKANBARU.COM/JOHANNES TANJUNG
Seorang pedagang sapi sedang melayani pembeli di Pasar Kaget Seminai Kecamatan Pangkalan Kerinci, Jumat (18/8/2017) lalu. 

Laporan : Syaiful Misgiono

TRIBUNPEKANBARU.COM - Keberadaan pasar kaget di Pekanbaru kembali menjadi perhatian Pemko Pekanbaru. Pasalnya keberadaan mereka mulai mengkhawatirkan pasar resmi yang ada disekitarnya. Akibat menjamurnya pasar kaget, tingkat kunjungan ke pasar resmi belakangan ini semakin menurun. Sehingga sejumlah pedagang yang berjualan di pasar resmi mulai resah.

Asisten 1 Bidang Pemerintahan Setdako Pekanbaru, Azwan, saat dikonfirmasi Tribun, Rabu (6/12) membenarkan femonena tersebut. Pihaknya mengaku akan segera melakukan pendataan dan penertiban pasar-pasar kaget yang ada disekitar pasar tradisional.

"Secara bertahap ini akan kita tertibkan. Karena dari awal itu memang sudah kita larang," katanya.

Pihaknya mengklaim, sudah ada beberaa pasar kaget yang baru muncul langsung diterbitkan oleh petugas. Sehingga tidak berlangsung lama dan meluas.

"Itu tidak bisa kita tolerir lagi. Kita sudah mulai dari beberapa pasar kaget yang kita tertibkan. Seperti pasar kaget di jalur lambat pasar pagi arengka, pasar okuran dan di dekat pasar Sail," ujarnya.

Azwan meminta kepada pengelola pasar kaget untuk tidak lagi berjualan dan membuka pasar kaget. Sebab menurut keterangan Azwa para pedagang dan pengelola pasar kaget tersebut orang-orangnya kebanyakan orang yang sama dan selalu berpindah-pindah tempat.

"Informasi yang saya dapatkan seperti itu. Jadi orangnya itu-itu juga," katanya.

Azwan menegaskan, selain mengancam pasar resmi, keberadaan pasar kaget juga banyak melanggar ketertiban umum. Salah satunya adalah membuat macet arus lalu lintas. Sebab sebagian besar pasar kaget dibuka dipinggur jalan. Sehingga sebagian badan jalan banyak yang digunakan untuk tempat parkir pengunjung.

Tidak hanya itu, keberadaan pasar kaget juga membuat banyaknya aksi pungutan liar. Pelakunya ada yang mengatasnamakan organisasi kemasyarakatan bahkan mengatasnamakan dari Pemko Pekanbaru.

Halaman
12
Tags
pungli
Penulis: Syaiful Misgio
Editor: M Iqbal
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help