TribunPekanbaru/

Progres Pembangunan Pasar Induk Lamban, Sudah Setahun Baru 10 Persen

Padahal jika melihat kontrak kerja sama, hingga Desember 2017 ini progres pembangunanya seharusnya sudah diangka 50 persen.

Progres Pembangunan Pasar Induk Lamban, Sudah Setahun Baru 10 Persen
Desain Tribun Pekanbaru
ilustrasi tribun 

Laporan wartawan Tribun Pekanbaru, Syaiful Misgiono

TRIBUNPEKANBARU.COM - Progres pembangunan pasar induk berjalan lambat. Setahun sudah waktu berjalan sejak penandatangan kerjasama antara Pemko Pekanbaru dengan pihak kontraktor dilakukan. Namun hingga saat ini progresnya belum juga terlihat. Bahkan laporan yang diterima oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Pekanbaru hingga saat ini progres pembangunan pasar induk baru berjalan sekitar 10 persen lebih.

"Sekarang masih dalam tahap pondasi jadi sulit juga kita menghitungnya. Kalau berdasarkan hasil evaluasi terakhir kita kemarin itu baru berjalan 10 persen lebih,"kata Kepala Bidang (Kabid) Pasar, Disperindag Kota Pekanbaru, Tengku Firdaus, Rabu (6/12).

Padahal jika melihat kontrak kerja sama, hingga Desember 2017 ini progres pembangunanya seharusnya sudah diangka 50 persen.

"Memang masih jauh dari harapan kita. Kalau dilihat dari perjanjiannya kan harusnya sekarang itu sudah 50 persen atau sudah tegak payunglah,"ujarnya.

Namun faktanya dilapangan, progres pembangunannya masih tahap pondasi. Sehingga masih jauh dari target yang disepakati sebelumnya.

Saat disinggung apa yang menyebabkan lambatnya progres pembangunan pasar induk tersebut, Firdaus mengaku salah satu penyebabnya adalah terkait lamanya proses perizinan keluar. Salah satunya adalah Izin Mendirikan Bangunan (IMB).

"Pihak kontraktor tidak ingin memulai melakukan pembangunan sebelum semua izin dikantongi. Kemarin itukan IMBnya agak lama keluarnya. Makanya berdampak terhadap realisasi pembangunan di lapangan," bebernya.
Seperti diketahui, Pasar Induk akan dibangun diatas lahan seluas 3,2 hektare berlokasi di Jalan Soekarno Hatta. Keberadaan Pasar Induk memang sangat dibutuhkan di Kota Pekanbaru, salah satunya untuk mengendalikan dan menutup celah adanya spekulan yang memainkan harga sembako serta menampung pedagang kaki lima (PKL) yang marak di Kota itu.

Akibat belum rampungnya Pasar Induk tersebut, ‎untuk sementara waktu aktivitas bongkar muat yang kerap dilakukan di sepanjang Jalan Tuanku Tambusai, Jalan Ahmad Yani maupun diruas jalan lainnya direlokasi di sekitaran terminal Bandara Raya Payung Sekaki (BRPS).

Pembangunan Pasar Induk oleh PT Agung Rafa Bonai tertuang dalam surat perjanjian yang ditandatangani kedua belah pihak Oktober 2016 silam. Pasar itu akan berdiri di lahan seluas 3,2 hektare dengan nilai investasi mencapai Rp94 miliar.

Keterlambatan Pembangunan Pasar Induk sebelumnya sempat membuat Walikota Pekanbaru, Firdaus angkat bicara. Firdaus dalam keterangannya pekan lalu menuturkan bahwa dirinya segera menegur investor pemenang tender.

"Kita akui pembangunan pasar induk ada keterlambatan. Tentu segera kita tegur mereka," katanya.

Penulis: Syaiful Misgio
Editor: M Iqbal
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help