TribunPekanbaru/

Akhiri Hubungan Karena Tak Mau Jadi Pelakor, Kaki dan Tangan Wanita Ini Dipotong oleh Kekasihnya

Sungguh tragis nasib wanita ini. Ia harus rela kehilangan kedua kaki dan tangannya karena tindakan sadis yang dilakukan oleh kekasihnya.

Akhiri Hubungan Karena Tak Mau Jadi Pelakor, Kaki dan Tangan Wanita Ini Dipotong oleh Kekasihnya
Youtube

Muendi yang tampak terganggu dengan kondisinya mengatakan kepada pengadilan bahwa setelah kejadian tersebut, hidupnya telah tenggelam dalam masalah.

"Tiga anak saya menderita, saya adalah tulang punggung untuk keluarga dan setelah tragedi tersebut, ibu saya harus pindah ke rumah saya di pasar Emali dimana dia membantu saya mandi, membawa saya ke toilet, membawa saya tidur, makan dan pekerjaan lainnya sejak Saya tidak dapat melakukan tugas apapun ", katanya kepada pengadilan.

Dalam persidangan, terdakwa diminta untuk mengganti semua biaya pengobatan.

Baca: Sadis! Suami Lagi Tertidur Lelap, Wanita Ini Potong Kemaluannya Pakai Gunting Taman

Namun, Reuben melakukan pembelaan kalau dia memiliki tiga anak untuk dibiayai, ibu penderita diabetes, dan istri penderita epilepsi.

Pembelaan tersbeut dipertimbangkan oleh hakim, namun hukuman tetap ditetapkan.

"Saya telah mempertimbangkan mitigasi yang dituduh, juga menganggap bahwa korban / penggugat juga sangat bergantung pada ibunya, kekerasan yang kamu lakukan terhadap wanita yang tidak berdaya adalah pikiran yang bobrok, dan sekarang wanita ini tidak dapat berjalan hanya karena dia ingin mengakhiri sebuah selingkuh denganmu," kata Hakim pada terdakwa di pengadilan.

Karena korban sampai harus bergantung dengan orang lain untuk menjalankan kehidupannya, maka terdakwa diberi hukuman seumur hidup.

Judy Muendi korban potong tangan dan kaki oleh kekasihnya
Judy Muendi korban potong tangan dan kaki oleh kekasihnya (.)

Ibu dari Muendi, Regina Wayua Mutava mengatakan bahwa dia merasa bahagia bahwa keadilan telah diberikan kepada putrinya.

"Saya harus meninggalkan rumah saya untuk datang dan tinggal dengan anak perempuan saya, saya meninggalkan anak-anak saya yang lain di rumah, namun saya senang keadilan telah tercapai pada hari ini," kata Mutava.

Seorang pria yang tega memotong kedua kaki dan tangan kekasihnya telah dijatuhi hukuman seumur hidup.

Keputusan ini ditetapkam hakim pada Rabu (6/12/2017).

 Muendi juga mengungkapkan kebahagiaannya dengan keputusan tersebut.

Reuben sekarang memiliki waktu empat belas hari untuk mengajukan banding. (Tribunnews/ Rika Apriyanti)

Editor: Sesri
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help