TribunPekanbaru/

Gara-gara Trump, Tentara AS di Irak Bisa Jadi Sasaran Kelompok Milisi

Tentara Amerika Serikat yang ada di Irak terancam menjadi target serangan oleh kelompok milisi.

Gara-gara Trump, Tentara AS di Irak Bisa Jadi Sasaran Kelompok Milisi
Capture

TRIBUNPEKANBARU.COM, BAGHDAD - Tentara Amerika Serikat yang ada di Irak terancam menjadi target serangan oleh kelompok milisi.

Hal tersebut menyusul keputusan Presiden AS Donald Trump yang telah mengakui Jerusalem sebagai ibu kota Israel pada Kamis (7/12/2017).

Serangan terhadap tentara AS akan menjadi bentuk balasan atas pernyataan Trump.

"Keputusan Trump tentang Al-Quds (Jerusalem) telah menjadikan sah untuk menyerang pasukan Amerika di Irak," kata kepala milisi Al-Nojaba, Akram al-Kaabi dalam pernyataannya, dikutip AFP.

Kelompok milisi Al-Nojaba yang dibentuk pada 2013 dan mendapat dukungan dari Pasukan Revolusi Iran saat ini memiliki sekitar 1.500 pejuang.

Kelompok milisi ini merupakan bagian dari pasukan penolong Hashed al-Shaabi yang juga telah berjuang bersama tentara dalam membasmi kelompok teroris ISIS di Irak.

Namun langkah Trump telah mengakhiri kebijakan penuh kehati-hatian yang diterapkan AS selama puluhan tahun dan telah memicu badai kecaman di seluruh dunia, baik dari sekutu AS maupun musuh internasionalnya.

Sebelumnya, Iran juga menyatakan kecaman terhadap keputusan Trump yang dipandang sebagai tindak provokatif dan tidak bijaksana.

Teheran memperingatkan keputusan tersebut dapat merugikan umat Islam dan membangkitkan intifada baru di Palestina.

Tentara AS di Irak dilaporkan berjumlah ribuan. Mereka adalah pasukan yang dikirim AS untuk membantu dalam memerangi kelompok ISIS.

Pernyataan resmi Pentagon mengatakan sebanyak 5.262 personilnya ada di Irak, namun informasi dari militer AS ada sebanyak hampir 9.000 tentaranya ada di Irak.

Editor: Muhammad Ridho
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help