TribunPekanbaru/

Ini Kritik Pedas PPMI Mesir kepada KBRI Terkait Penangkapan Lima Mahasiswa Indonesia

Perhimpunan Pelajar dan Mahasiswa Indonesia (PPMI) di Mesir sampaikan kritik pedas terkait penanganan 5 mahasiswa yang ditahan Kepolisian Mesir

Ini Kritik Pedas PPMI Mesir kepada KBRI Terkait Penangkapan Lima Mahasiswa Indonesia
NET
Ilustrasi

Laporan wartawan Tribun Pekanbaru, Fernando Sihombing

TRIBUNPEKANBARU.COM, BANGKINANG - Perhimpunan Pelajar dan Mahasiswa Indonesia (PPMI) di Mesir menyampaikan kritik pedas terkait penanganan lima mahasiswa yang ditahan Kepolisian Mesir. Sebuah pesan berantai dari PPMI Mesir di aplikasi Whatsapp beredar, Kamis (7/12/2017)

Pesan itu berupa catatan dari Presiden PPMI Mesir, Pangeran Arsyad Ihsanul Haq, terhadap KBRI yang dibuat pada Rabu, 6 Desember 2017. "Insyaallah, pernyataan ini membantu kita memahami keadaan walaupun jarak kita berbeda," tulisnya.

Menurut Pangeran dalam tulisannya, catatan tersebut disampaikan dalam audiensi PPMI Mesir bersama Duta Besar RI untuk Republik Arab Mesir dan jajarannya, Selasa (5/12). Ia mengungkapkan, penangkapan mahasiswa Indonesia di Mesir oleh aparat kepolisian terjadi berulang-ulang.

"Sepertinya belum ada langkah antisipasi dan penanganan yang efektif," ujar Pangeran. Ia mengatakan, Indonesia hanya bisa menerima keputusan deportasi dan bebas tanpa intervensi sedikitpun.

Dalam tulisan itu, Pangeran mengulas kinerja KBRI yang dinilai lemah, bahkan lamban. Berikut ini isi tulisan itu :

-Insya Allah, pernyataan ini membantu kita memahami keadaan walaupun jarak kita berbeda-
Catatan Presiden PPMI Mesir Terhadap Kasus Penahanan 5 Mahasiswa Indonesia di Mesir
Pangeran Muda Rabu, Desember 06, 2017

(Disampaikan Secara Umum Saat Audiensi PPMI Mesir Bersama Duta Besar Republik Indonesia Be untuk Republik Arab Mesir Bersama Jajaran, Selasa 5 Desember 2017)

Permasalahan penangkapan mahasiswa Indonesia di Mesir oleh aparat kepolisian Mesir ini terus terjadi dan berulang-ulang, sepertinya belum ada langkah antisipasi dan penanganan yang efektif. Sehingga kita hanya menerima keputusan deportasi dan keputusan bebas tanpa dapat melakukan intervensi sedikitpun.

Bapak dan ibu yang dihormati. Para pelajar Indonesia, baik yang telah dibebaskan, dideportasi, ataupun yang masih ditahan hingga saat ini, bukanlah para pelaku atau perencana kejahatan besar seperti pembunuhan atau peledakkan ataupun makar. Bahkan mereka tidak terlibat dengan kejahatan walau sedikit pun. Maka kawan-kawan ini tidak berhak mendapatkan penahanan walau sedetik pun secara tidak manusiawi yang sangat tidak sesuai untuk abad 21 ini.

Halaman
123
Penulis: nando
Editor: Teddy Yohannes Tarigan
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help