TribunPekanbaru/

LPG 3 Kilo Langka, Disperindag Rohul Usulkan Penambahan Kuota 2018 ke Pertamina

Masih banyak masyarakat yang tergolong mampu atau penghasilannya diatas Rp 1,5 juta ‎masih menggunakan LPG bersubsidi ini.

LPG 3 Kilo Langka, Disperindag Rohul Usulkan Penambahan Kuota 2018 ke Pertamina
KOMPAS/MUKHAMAD KURNIAWAN
Ilustrasi 

Laporan Wartawan Tribunrohul.com, Donny kusuma Putra

TRIBUNROHUL.COM, PASIRPANGARAIAN- Masih terjadinya kelangkaan LPG 3 kilo di kabupaten Rokan Hulu (Rohul), Dinas Perindustrian dan perdagangan setempat mengusulkan penambahan di 2018 mendatang.

Kepala Disperindag Rohul, Sariaman mengungkapkan, Kuota LPG 3 kilo di 2017 sebanyak 12.401.000 Kilo dengan jumlah tabung 4.133.667. Namun masih terjadi kelangkaan.

Tahun 2018 mendatang, Disperindag Rohul akan mengusulkan penambahan jumlah kuota ke Pertamina sebanyak 13.079.000 kg dengan jumlah tabung 4.359.667‎.

"Banyak faktor yang membuat‎ kita mengusulkan penambahan LPG 3 kilo di 2018. Salah satunya pertambahan jumlah KK dan pemakaian yang kian hari kian meningkat," katanya, kamis (7/12/2017) di Kantornya Komplek Bina Praja.

Dirinya mengharapkan penambahan Kuota LPG 3 kilo ini bisa direalisasikan oleh pihak Pertamina di 2018, sehingga masalah kelangkaan yang menyebabkan tingginya harga jual kepada masyarakat bisa teratasi.

Saat ditanya, apakah peruntunkan LPG 3 kilo sudah tepat sasaran kepada yang berhak, Sariaman mengaku masih belum tepat sasaran, dalam artian masih banyak masyarakat yang tergolong mampu atau penghasilannya diatas Rp1,5 juta ‎masih menggunakan LPG bersubsidi ini.

"Kalau masyarakat yang tergolong mampu tidak menggunakan LPG 3 kilo, saya yakin kuota LPG 3 kilo di Rohul tidak akan kurang atau langka," imbuhnya.

Diakuinya, demi LPG bersubsidi ini benar-benar tepat sasaran kepada yang berhak, pihaknya sudah menghimbau kepada agen dan pangkalan yang ada di Rohul untuk benar-benar menjual kepada yang berhak.

Bahkan, Sariaman juga menyarankan kepada agen dan pangkalan, bagi masyarakat yang ingin membeli LPG 3 kilo harus mengunakan Kartu keluarga dan KTP.

"Kalau pakai KK dan KTP kan bisa tepat sasaran dan LPG subsidi benar-benar digunakan oleh orang yang berhak," tutupnya.(*)

Penulis: Donny Kusuma Putra
Editor: M Iqbal
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help