TribunPekanbaru/

Seharian Randi Berkeliling Mencari LPG 3 Kg di Siak

Sudah 2 minggu warga kabupaten Siak berburu Liquefied Petrolium Gas (LPG) 3 Kg ke berbagai pangkalan

Seharian Randi Berkeliling Mencari LPG 3 Kg di Siak
Tribun Pekanbaru/ Mayonal Putra
Sales Eksekutif Pemasaran Regional LPG Pertamina Riau-Sumbar Adi Bagus Haqqi berbicara penyebab kelangkaan LPG 3 Kg bersama Asisten Pemerintahan dan Kesra L. Budhi Yuwono dan jajaran, Rabu (7/12/2017) di kantor bupati Siak. 

Laporan wartawan Tribunsiak.com, Mayonal Putra

TRIBUNSIAK.COM, SIAK- Sudah 2 minggu warga kabupaten Siak berburu Liquefied Petrolium Gas (LPG) 3 Kg ke berbagai pangkalan. Ada yang antri berjam-jam demi mendapatkan 1 tabung gas setiap hari.

Randi, salah seorang pengelola warung kuliner di jalan Sultan Ismail, tepian sungai Siak, terpaksa harus mengintai setiap pangkalan dari pagi hingga sore, Kamis (7/12/2017). Warungnya terancam tidak berproduksi akibat semua pasokan tabung gas yang dimilikinya sudah kosong, termasuk pasokan gas non subsidi.

"Alhamdulillah baru dapat 2 tabung. Malam ini warung bisa buka juga. Tadi sudah cemas gak dapat pasokan tabung gas," kata dia.

Ia harus bertarung dengan waktu yang dimiliki demi mendapatkan tabung gas. Kondisi itu sudah dialaminya sejak 2 minggu belakangan. Bahkan ia membawa semua persyaratan untuk mendapatkan gas melon tersebut.

"Di pangkalan dekat jalan Sutomo kita harus bawa KTP dan KK. Tapi tadi sudah habis juga. Maka saya dapat di pangkalan jalan Sapta Taruna," kata dia.

Hari-hari biasanya, Randi hanya membayar Rp 18 ribu untuk 1 tabung kecil dan Rp 150 ribu untuk tabung 13 Kg. Namun, saat ini ia harus membayar Rp 25 ribu per tabung melon dan Rp 165 ribu pertabung 12 Kg.

"Iya mahal, tapi tidak apa-apa, dari pada tidak ada sama sekali," kata dia.

Hal yang sama juga dialami oleh Ilas, pemilik warung kopi di jalan Sapta Taruna. Bahkan ibu 3 anak itu harus berkeliling pada pagi hari agar bisa antri di bagian depan setiap pangkalan yang akan disinggahi.

"Kalau tidak cepat kita tidak dapat lagi. Makanya harus cepat keluar rumah antre di pangkalan. Meskipun ada juga yang jual dengan harga sedikit lebih mahal dari biasanya," kata dia.(*)

Penulis: Mayonal Putra
Editor: Teddy Yohannes Tarigan
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help