TribunPekanbaru/

Jasriadi 'Saracen' Bantah Melakukan Ujaran Kebencian

Tersangka dugaan ujaran kebencian, Jasriadi yang disebut-sebut sebagai pentolan grup Saracen membantah

Jasriadi 'Saracen' Bantah Melakukan Ujaran Kebencian
Tribun Pekanbaru/ Ilham Yafiz
Tersangka Jasriadi jalani proses tahap II, Kamis (7/12/2017) di Kejari Pekanbaru. 

Laporan Wartawan Tribun Pekanbaru, Ilham Yafiz

TRIBUNPRKANBARU.COM,PEKANBARU -Tersangka dugaan ujaran kebencian, Jasriadi yang disebut-sebut sebagai pentolan grup Saracen yang diamankan Mabes Polri membantah telah melakukan tuduhan tersebut.

Usai menjalani proses tahap II, atau pelimpahan berkas dan tersangka dari penyidik kepada kejaksaan, Kamis (7/12/2017) lalu, melalui kuasa hukumnya ia menyatakan hal itu.

"Klien kita ini tidak ada melakukan ujaran kebencian. Dia kan 'hacker' cuma mengubah ribuan akun dengan nama orang lain. Misalnya mengubah ribuan akun porno yang dari Vietnam agar tidak masuk ke Indonesia," jelas Zulkifli selaku kuasa hukumnya.

Baca: Kejaksaan Agung Limpahkan Berkas, Jasriadi Saracen ke Kejari Pekanbaru

Baca: Terdakwa Dugaan Ujaran Kebencian Kelompok Saracen Mulai Jalani Sidang Perdana

Pada berita sebelumnya disebutkan jika Jasriadi membuat akun-akun baru, ia menegaskan tidak pernah membuat akun baru, tetapi mengubah akun dengan nama orang lain.

Terhadap tersangka, penyidik menyangkakan sejumlah pasal dalam Undang Undang Transaksi Elektronik. Pasal 46 ayat 1 jo pasal 30 ayat 1, pasal 46 ayat 2 Jo Pasal 30 ayat 2, pasal 48 ayat 1 jo pasal 32 ayat 1, pasal 48 ayat 2 jo pasal 32 ayat 2, pasal 51 ayat 1, jo pasal 35 UU RI no, 11 tahun 2007 tentang informasi dan Transaksi Elektronik.

Tersangka Jasriadi bukan yang pertama dikimpahkan berkasnya ke Kejari Pekanbaru.

Sebelumnya Kejari telah menerima pelimpahan berkas tersangka M.Abdullah Harsono.

Terhadap yang bersangkutan, saat ini sedang prises persidangan di Pengadilan Negeri Pekanbaru. (*) 

Penulis: Ilham Yafiz
Editor: Sesri
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help