Advertorial

Di Meranti Buah Mangrove Disulap Menjadi Makanan dan Minuman

Setelah melewati uji labor, buah mangrove ternyata memiliki karbohidrat yang lebih tinggi dibandingkan jagung dan beras.

Di Meranti Buah Mangrove Disulap Menjadi Makanan dan Minuman
tribunpekanbaru/guruh
Pokmaswas mengolah buah Mangrove menjadi dodol di Desa Anak Setatah, Kecamatan Rangsang Barat 

DI Kabupaten Kepulauan Meranti, mangrove ternyata tidak hanya sebagai bahan pembuatan arang saja.

Buah mangrove ternyata bisa juga dijadikan berbagai makanan yang lezat dan minuman yang menyegarkan.

Bupati Kepulauan Meranti, Irwan Nasir mengungkapkan setelah melewati uji labor, buah mangrove ternyata memiliki karbohidrat yang lebih tinggi dibandingkan jagung dan beras.

Selain itu, vitamin C dan serat yang terkandung dalam buah mangrove juga dinilai cukup tinggi.

Untuk mengembangkan berbagai manfaat yang terkandung dalam buah mangrove tersebut, Pemkab Kepulauan Meranti membina 1.800 warga yang tergabung dalam 90 kelompok.

Pembinaan itu diharapkan agar masyarakat yang berada di kawasan pesisir bisa meningkatkan perekonomiannya dari hasil mangrove nonkayu.

Setelah menjalani beberapa kali pelatihan, sejumlah kelompok tersebut berhasil mengolah buah mangrove menjadi sirup, dodol, brownis, dan keripik.

Bahkan, saat ini hasil tangan-tangan terampil kelompok masyarakat kawasan pesisir tersebut sudah dipasarkan di sejumlah gerai di Ibukota Kabupaten Kepulauan Meranti, Selatpanjang.

Bagi wisatawan yang berkunjung ke Selatpanjang juga bisa membeli berbagai olahan buah mangrove tersebut di Dekranasda Kabupaten Kepulauan Meranti.

Irwan Nasir berharap, kelompok-kelompok pengolah buah mangrove tersebut terus berinovasi dan berkreasi dalam menciptakan bahan makanan dan minuman dari buah mangrove agar tetap diminati masyarakat.

Tidak hanya pasar lokal dan nasional, tapi juga diminati oleh pasar luar negeri.

Editor: M Iqbal
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help