Advertorial

PCMC Gunakan Tenaga Robotic untuk Lakukan Pembedahan Urologi

Rumah sakit ini dilengkapi teknologi terbaru, termasuk bedah menggunakan robotic, brachytherapy dosis rendah, conformal radioterapy dan PET-CT rendah

PCMC Gunakan Tenaga Robotic untuk Lakukan Pembedahan Urologi
Foto/Istimewa
Penggunaan robotic dalam operasi atau bedah urologi di Prince Court Medical Centre (PCMC), Malaysia 

PRINCE Court Medical Center (PCMC) bisa dibilang menjadi satu-satunya pusat urologi, nephrologi, dan kesehatan pria terlengkap yang ada di Malaysia.

Consultant urologist PCMC, Dr Datesh Daneshwar mengatakan, di PCMC tidak hanya dilakukan pengobatan kanker urologist, tapi juga untuk pencegahannya.

Rumah sakit ini dilengkapi dengan teknologi terbaru, termasuk bedah menggunakan robotic, brachytherapy dosis rendah, conformal radioterapy dan PET-CT rendah sebagai pelayanan penanganan prostat terlengkap.

Dijelaskannya, robotik protetatomy adalah pilihan bedah paling maju, untuk pengobatan kanker prostat. Dalam prosedur yang sangat tepat dan minimal invasif ini, teknologi bantuan robot terbaru digunakan untuk menghilangkan seluruh kanker yang ada di prostat, dan seminal fasikles yang memungkinkan untuk menyelamatkan saraf dan sphincter.

Robotic prostatektomi memberikan banyak manfaat, dibandingkan dengan beda terbuka prostat. Metode robot menggabungkan kemajuan terbaru dalam teknologi, bantuan robot yang menjadi kelebihan bagi ahli bedah memperoleh presisi control terbaik.

Manfaat-manfaat potensinya meliputi retensi control, kandung kemih dan fungsi ereksi, masa rawat inap di rumah sakit lebih singkat, rasa nyeri yang kurang sewaktu pasca pembedahan dan pengobatannya, lebih sedikit anestesi.

"Selain itu, pendarahan dan transfusi darah yang yang lebih sedikit jaringan parut yang lebih sedikit, pemulihan lebih cepat dan komplit, sehingga bisa lebih cepat melakukan kegiatan sehari-hari seperti biasanya," tuturnya.

Dr Datesh juga menjelaskan, prosedur hysterectomy dengan bantuan robot juga dilakukan di sini. Wanita akan memiliki sayatan yang lebih kecil dibandingkan dengan histerektomi terbuka, yang menjadikannya sebuah prosedur yang aman dan kurangnya rasa sakit.

"Masa rawat inap yang lebih singkat, pemulihan yang lebih mudah dilakukan di rumah, dan resiko komplikasi, seperti perdarahan dan infeksi lebih rendah," ujarnya. (adv)

Editor: harismanto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help