Kampar

Tiba di Riau Setelah Dideportasi Mesir, Keluarga Langsung Bawa Fitrah ke Rumah Makan Khas Kampar

Ali mengatakan, Fitrah pulang membawa pakaian dan perlengkapannya selama di Mesir.

Tiba di Riau Setelah Dideportasi Mesir, Keluarga Langsung Bawa Fitrah ke Rumah Makan Khas Kampar
Foto/KBRI Kairo
Pejabat Konsuler Kairo, Kukuh Dedi Djayadi dan staf mengantar kepulangan Muhammad Fitrah, Mahasiswa Universitar Al -Azhar asal Kabupaten Kampar, Provinsi Riau dari Bandara Intersnasional Kairo menuju Indonesia, Sabtu (9/12/2017) dinihari waktu Kairo. 

Laporan Wartawan Tribun Pekanbaru, Nando

TRIBUNPEKANBARU.COM, BANGKINANG- Muhammad Fitrah Nur Akbar tiba di Bandara Internasional Sultan Syarif Kasim II, Pekanbaru, Minggu (10/12/2017) pukul 15.30 WIB.

Ia tiba bersama sang ayah, Ali Akbar, disambut keluarga.

Fitrah langsung dibawa ke Rumah Makan khas Kampar di Jalan Arifin Achmad, Pekanbaru.

Tak jauh dari bandara.

"Kita tau aja maunya Fitrah," kata Ali.

Baca: 16 Hari di Penjara Mesir, Mahasiswa Indonesia Asal Riau Posting Perasaanya di Facebook

Menurut dia, Fitrah sejak masih anak-anak tidak banyak permintaan.

Fitrah dapat melepas rindu terhadap kuliner khas Kampar.

Setelah itu kembali ke kampung halamannya, Bangkinang Kota.

Ali mengatakan, Fitrah pulang membawa pakaian dan perlengkapannya selama di Mesir.

"Tinggal buku-bukunya. Nanti temannya yang ngirim dari sana (Mesir)," ujarnya.

Baca: Nelayan Tak Melaut Akibat Angin Utara, Harga Ikan Lokal di Meranti Mulai Naik

Menurut Ali, putra sulungnya itu ingin membuka lembaran baru.

Penangkapan dan penahanan yang dialaminya di Mesir menjadi pengalaman tak terlupakan.

Dideportasi tanpa alasan yang jelas dari Pemerintah Mesir.

‎"Sampai sekarang, nggak tahu apa alasan Fitrah dideportasi. Tapi keluarga sudah ikhlas. Memang keluarga berharap dideportasi supaya bisa pulang," ujar Ali. (*)‎

Penulis: nando
Editor: Afrizal
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help