Guru Besar UIR: Masyarakat Meranti Bisa Gugat PLN Rayon Selatpanjang

Tuntutan itu kata Syafrinaldi bisa diajukan masyarakat Kabupaten Kepulauan Meranti dalam bentuk gugatan ke pengadilan.

Guru Besar UIR: Masyarakat Meranti Bisa Gugat PLN Rayon Selatpanjang
TribunPekanbaru/Theo Rizky
Ilustrasi 

Laporan Reporter Tribun Pekanbaru, Guruh BW

TRIBUNPEKANBARU.COM, SELATPANJANG - Guru Besar Universitas Islam Riau (UIR) Prof DR H Syafrinaldi SH, MCL mengatakan masyarakat Kabupaten Kepulauan Meranti bisa menuntut ganti rugi terhadap pihak PLN Rayon Selatpanjang karena melakukan pemadaman listrik selama 24 jam lebih di Selatpanjang yang terjadi pada Senin (11/12/2017) hingga Selasa (12/11/2017) kemarin.

"Masyarakat sebagai konsumen tenaga listrik mempunyai hak untuk mendapatkan pelayanan yang layak," ujar Rektor UIR saat dikonfirmasi melalui selulernya, Rabu (13/12/2017).

Tuntutan itu kata Syafrinaldi bisa diajukan masyarakat Kabupaten Kepulauan Meranti dalam bentuk gugatan ke pengadilan.

Hal itu sesuai dengan Undang-undang Nomor 20 Tahun 2002 tentang Ketenagalistrikan Pasal 34 (1) b yang menyatakan konsumen tenaga listrik mempunyai hak untuk mendapatkan tenaga listrik secara terus menerus dengan mutu dan keandalan yang baik.

"Masyarakat yang merasa dirugikan harus bisa membuktikan apa saja bentuk kerugian yang dialami selama terjadinya pemadaman listrik tersebut agar tuntutannya menjadi pertimbangan hakim," jelasnya.

Kasus masyarakat menuntut pihak PLN karena merasa dirugikan atas pemadaman listrik pernah terjadi di Pekanbaru beberapa waktu lalu.

Namun sayang, putusan pengadilan berkata lain, masyarakat sebagai penggugat kalah di dalam persidangan.

"Sebab itu harus ada bukti-bukti kongkret saat melayangkan gugatan ke pengadilan," ujar Syafrinaldi.

Sementara itu, Ketua Yayasan Lembaga Perlindungan Konsumen Indonesia (YLPKI) Kabupaten Kepulauan Meranti, Mulyono mengakui jika posisi konsumen listrik memang lemah.

Ketika konsumen telat membayar iuran listrik, jaringan diputus.

"Namun sebaliknya jika PLN melakukan pemadaman, konsumen tidak bisa mengajukan kompensasi," ujar Mulyono.

Kendati demikian, Mulyono masih dengan berkomentar terkait pemadaman listrik yang berlangsung 24 jam lebih oleh PLN Rayon Selatpanjang.

"Saat pemadaman itu saya tidak di Meranti, saat itu saya di Jakarta. Sebab itu saya tidak bisa berkomentar," ujar Mulyono. (*)

Penulis: Guruh Budi Wibowo
Editor: Ariestia
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help