Kampar

Demo ke Kantor Bupati, Warga Kampar Kiri Hilir Ungkap Penyelewengan HPHTI Perusahaan Ini

Ratusan warga Kecamatan Kampar Kiri Hilir menggelar aksi unjuk rasa ke Kantor Bupati Kampar, Senin (18/12/2017)

Demo ke Kantor Bupati, Warga Kampar Kiri Hilir Ungkap Penyelewengan HPHTI Perusahaan Ini
.
Warga Kecamatan Kampar Kiri Hilir menggelar aksi unjuk rasa ke Kantor Bupati Kampar, Senin (18/12/2017) pagi 

Laporan Wartawan Tribun Pekanbaru, Nando 

TRIBUNPEKANBARU.COM, BANGKINANG - Ratusan warga Kecamatan Kampar Kiri Hilir menggelar aksi unjuk rasa ke Kantor Bupati Kampar, Senin (18/12/2017) pagi. Mereka mengungkap penyelewengan Hak Pengusahaan Hutan Tanaman Industri (HPHTI) oleh PT. Rimba Seraya Utama (RSU).

Massa tertahan di gerbang utama kompleks Perkantoran Bupati. Petugas keamanan gabungan Kepolisian Resor Kampar dan Satuan Polisi Pamong Praja membentuk barikade. Gerbang juga ditutup.

Dalam orasinya, Koordinator Aksi, Suyarman mengungkap penyelewengan HPHTI yang diperoleh PT RSU seluas 12.600 hektare. Penyerahan HPHTI tertuang dalam‎ ‎Surat Keputusan (SK) Menteri Kehutanan Nomor 599/Kpts-II/1996 tanggal 16 September 1996 tentang Pemberian HPHTI Pola Transmigrasi.

Baca: 6 Kasus Begal yang Terjadi di Riau, Pelaku ABG hingga Video Korban Viral di Facebook

Suyarman mengungkapkan, RSU bahkan menerima bantuan dari Pemerintah RI untuk membangun Hutan Tanaman Industri (HTI) untuk periode 1993 sampai 1999 seluas 4.453,09 dari izin HPHTI. Bantuan itu sebesar Rp. 2.603.000 per hektare.

Namun perusahaan malah menanam Kelapa Sawit pada tahun 2000. "Coba hitung berapa keuangan negara yang diselewengkan," ujar Suyarman. Jika dihitung, uang negara yang mengalir untuk menanam HTI sebesar Rp. 11,5 miliar lebih.

Mestinya, kata Suyarman, anak Panca Eka Group itu menanam berbagai komoditi seperti Sengon, Karet, Benuang dan Jabon. "Yang ditanam hanya Sengon. Itupun paling 20 batang," katanya sembari memperlihatkan foto di lokasi.

Baca: 6 Fakta Viki yang Dituduh Begal Lalu Dianiaya Warga hingga Tewas, No 5 dan 6 Tak Disangka

Menurut dia, perusahaan telah mengalihfungsikan HTI menjadi Kelapa Sawit tanpa izin menteri. Ia menuntut pemerintah mencabut izin dengan membekukan aktivitas perusahaan.

Suyarman mengatakan, perkebunan Kelapa Sawit berada di bawah naungan PT. Agro Abadi. Diketahui, Agro Abadi adalah bentukan RSU untuk mengelabui pemerintah terkait alihfungsi kawasan secara ilegal. (*)

Penulis: nando
Editor: Sesri
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help