Tribun Travel

VIDEO: Melihat Lokomotif Peninggalan Penjajahan Jepang di Pekanbaru

Kota Pekanbaru memiliki sejarah yang menarik untuk disimak, terutama jika melihat peninggalan-peninggalan sejarah

Laporan reporter Tribunpekanbaru.com, Aan Ramdani

TRIBUNPEKANBARU.COM,PEKANBARU - Kota Pekanbaru memiliki sejarah yang menarik untuk disimak, terutama jika melihat peninggalan-peninggalan sejarah penjajahan Belanda dan Jepang.

Satu diantaranya adalah jika bercerita tentang pembangunan rel kereta api atau Railway Sumatra di Pekanbaru. Cerita ini benar adanya, Tribunpekanbaru.com juga sudah melihat secara langsung peninggalan sejarah penjajahan Jepang ini.

Seperti yang terletak di dapur rumah salah seorang warga bernama Desrina (51) yang beralamat di Jalan Tanjung Karang, RT 02 RW 01 Nomor 55, Kelurahan Pesisir, Kecamatan Lima Puluh, Kota Pekanbaru.

Disekitar dapur ini, Tribunpekanbaru.com bersama awak media lainya ikut mengabadikan peninggalan sejarah yang menarik ini.

"Sekitar tahun 1970-an lah. Jadi pas rumah ini dibangun, bagian kereta api itu sudah juga sudah ada. Dari dulu posisinya di situ, tidak berubah. Cuma karena faktor umur, beberapa bagiannya sudah berkurang. Dulu masih utuh waktu saya kecil-kecil," kisahnya.

Beberapa waktu lalu, sebelum mengunjungi tempat tersebut,Tribunpekanbaru.com pernah menggali informasi mengenai sejarah kereta api di Riau, khususnya di Kota Pekanbaru.

Ketika itu, Tribunpekanbaru.com bertemu dengan salah sorang pramuwisata atau anggota Komunitas Peduli Wisata Pekanbaru, Iwan Syawal. Iwan memaparkan tentang sejarah pembangunan Railway Sumatra ini kepada Tribunpekanbaru.com.

Menurutnya, sekitar 100 meter dari Pasar Wisata Pasar Bawah, wisatawan bisa menemukan titik nol Pekanbaru, tepatnya dikompleks Gudang Pelabuhan Indonesia I (Gudang Pelindo I) Pasar Wisata Pasar Bawah Pekanbaru .Titik nol ini menyimpan sejuta cerita sejarah dizaman penjajahan Belanda dan Jepang. Termasuk cerita pembangunan rel kereta api ini.

Jika anda kesulitan mencarinya cukup menanyakan dengan pedagang sekitar atau juru parkir. Titik nol kilometer disini jelas tertulis jarak antara kota Pekanbaru dengan kota-kota lain. Tugu titik nol setinggi 75 sentimeter berwarna kekuningan ini terdapat tertulis berwarna hitam Pb 0, Pad 313, Bkn 65 dan dilengkapi logo Pekerjaan Umum (PU) dibagian bawah . Pb di sini maksudnya Pekanbaru, Pad artinya Padang, Bkn untuk Bangkinang. Singkatan itu jelas, singkatan yang banyak dipakai pada tugu penanda jarak di jalan lintas pada era tahun 1980-an.

Halaman
12
Penulis: Aan Ramdani
Editor: David Tobing
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help