Natal dan Tahun Baru 2018

Natal, Kelahiran yang Bermakna

Nah, dalam dunia yang butuh perhatian inilah orang Kristen dengan natalnya agar turun tangan menjadi teman dan sahabat bagi sesama

Natal, Kelahiran yang Bermakna
Kompas.com
Pohon Natal yang diletakkan di ruang tamu harus berada di tempat yang tidak menghalangi jalan orang 

Oleh: Pdt. Othniel Tri Priyatno, S.Th, MA

NATAL bermakna dasar “ lahir”. Lahir?, Siapa yang lahir, dan lahir untuk apa? Jawaban atas pertanyaan tentang kelahiran yang bermakna tersebut telah diberikan oleh Tuhan sendiri melalui Firman Tuhan sebagai berikut:

Pertama, Natal berarti lahirnya Yesus, yaitu inkarnasi atau kedatangan Yesus dari sorga ke dalam dunia. KelahiranNya sangat unik, keberadaanNya sebagai manusia terjadi bukan berasal baik dari benih kepriaan maupun benih kewanitaan manusia, tapi semata-mata berasal dari benih Ilahi, yang bertumbuh dan lahir dari rahim perawan Maria. Ini terjadi dua ribu tahun yang lalu.

KelahiranNya adalah fakta sejarah dan menyejarah dalam peradaban kemanusiaan. Hal ini menegaskan bahwa Yesus yang adalah Tuhan itu memutuskan untuk turun dari sorga, lahir ke dalam dunia agar menjadi sama, menjadi seperti, bahkan mau bersahabat dengan manusia. Memangnya seberapa besar sih kasih Tuhan kepada kita, manusia pendosa ini?

Kasih Tuhan kepada kita tak terukur besarnya, sebab ada tertulis: “Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal” (Yohanes 3: 16).

Kedua, Natal berarti kelahiran Yesus dalam hati manusia. Tuhan Yesus bukan saja sekedar lahir sebagai bayi Yesus di palungan kandang domba itu. Tujuan kelahiran dan kedatangan Tuhan Yesus ke dunia adalah untuk mengada, ada dan berada dalam hidup dan hati manusia.

Tuhan Yesus berkenan diam dan tinggal dalam diri manusia siapa pun dan bagaimana pun keadaan dia. Hal itu terjadi saat seseorang berdoa dengan iman dan ketulusan diri, meminta, mengijinkan dan mempersilahkan Yesus yang adalah Tuhan itu mengisi dan masuk dalam hidup seseorang itu.

Ini bukan keniscayaan. Karena hal itu adalah janji Tuhan Yesus kepada kita manusia: “Lihat, Aku berdiri di muka pintu dan mengetok; jikalau ada orang yang mendengar suara-Ku dan membukakan pintu, Aku akan masuk mendapatkannya dan Aku makan bersama-sama dengan dia, dan ia bersama-sama dengan Aku” (Wahyu 3:20).

Tunggu apalagi, ijinkan Tuhan Yesus untuk segera mengisi hudupmu. Itu adalah Natal yang sejati, Natal yang sesungguhnya, yaitu saat seseorang sadar dan mendapati bahwa Tuhan Yesus sudah lahir dan bersama orang itu untuk mengasihi dan menjadi teman dalam perjalanan ziarah iman kita menuju sorga.

Ketiga, Natal berarti saat orang Kristen melahirkan. Melahirkan apa? Melahirkan Kasih Tuhan dalam kehidupan sehari-hari secara nyata. Kasih itu bisa berupa kepedulian, pemberian, dukungan, dorongan dan perhatian kepada sesama.

Kasih yang seperti itu sedang dibutuhkan oleh banyak orang di dunia yang sedang merana sebagai dampak dari peradaban zaman now yang telah melahirkan kekosongan esensial, kesendirian dan kesepian akut yang mendalam dalam batin manusia.

Nah, dalam dunia yang butuh perhatian inilah orang Kristen dengan natalnya agar turun tangan menjadi teman dan sahabat bagi sesama untuk membantu mereka keluar dari jebakan ilusi narkoba, seks bebas, kegilaan pada kerja dan jabatan serta maraknya kecanduan game dan kekerasan. Inilah sejatinya Natal itu, yaitu lahirnya kepedulian Kristen dalam komunitas terdekatnya. Mari segera kita wujudkan.

Jadi, Natal adalah saat Tuhan Yesus Lahir dihatimu dan Natal sesungguhnya adalah saat kita berkarya dalam kepedulian yang nyata dalam keseharian kita. Apakah saudara sudah mengalami Natal dan Kasih Tuhan itu? Segeralah mengalaminya. Akhir kata selamat Natal 2017, kasih Tuhan melingkupi kita sekalian. Amin. (*)

Editor: harismanto
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help