Eksklusif

NEWS ANALYSIS: Rasa Takut akan Kejahatan Hantui Banyak Orang

Permasalahannya adalah, ketika ‘fear of crime’ tadi tidak mendapatkan intervensi keamanan yang baik dari instansi keamanan

NEWS ANALYSIS: Rasa Takut akan Kejahatan Hantui Banyak Orang
Grafis Tribun Pekanbaru
Grafis aksi begal di pekanbaru dan korban main hakim warga 

Oleh: Kasmanto Rinaldi,
Wakil Dekan 3 Fisipol UIR
Mahasiswa Doktoral Kriminologi UI

KEJAHATAN adalah sesuatu yang bisa terjadi dimana saja, kapan saja, oleh siapa saja dan menimpa siapa pun juga. Bagi meraka yang belum pernah menjadi korban kejahatan, mereka hanya akan memiliki rasa empati terhadap korban.

Mereka tak merasakan langsung namun bisa membayangkan dan mengira-ngira perasaan yang dirasakan korban, baik itu melihatnya dalam berita, membacanya dalam surat kabar, hingga mendengar cerita dari para korban kejahatan.

Meskipun demikian, rasa takut yang mencekam terhadap sebuah kejahatan tetap saja menghantui mereka yang belum pernah menjadi korban kejahatan. Rasa takut akan kejahatan atau ‘fear of crime’ seperti itulah yang menghantui banyak orang di dalam masyarakat saat ini.

Baca: Ini yang Harus Dilakukan Warga Terhadap Pelaku Kejahatan, Kombes Pol Guntur: Nggak Usah Sweeping!

Baca: Informasi Hoax di Medsos Jadi Pemicu Tindakan Main Hakim Sendiri, Ini Dia Langkah Preventif Polisi

Baca: Video: Maraknya Aksi Begal Picu Warga Main Hakim Sendiri, Begini Sikap Keluarga Korban

Permasalahannya adalah, ketika ‘fear of crime’ tadi tidak mendapatkan intervensi keamanan yang baik dari instansi keamanan, maka rasa takut akan kejahatan ini meningkat menjadi ‘moral panic’. Keadaan ‘moral panic’ inilah yang menyebabkan gangguan ketahanan dan kohesi sosial dalam masyarakat, sehingga membuat masyarakat mudah percaya pada isu dan provokasi.

Hal ini membuat masyarakat mudah terpancing terhadap provokasi yang belum jelas kebenarannya terhadap para pelaku kejahatan. Hingga berimbas pada tindakan pemukulan kepada mereka yang dicurigai sebagai pelaku kejahatan, dalam tindakan main hakim sendiri.

Menyikapi rasa takut akan kejahatan yang meningkat, dalam kajian keilmuan kriminologi dijelaskan bahwa, ada kemungkinan pergeseran yang terjadi di masyarakat ketika menghadapi rasa takut akan kejahatan. Yang mulanya masyarakat merasa takut (fear), berubah menjadi tidak takut (fearless), hingga pada akhirnya menjadi berani (fearlessness).

Halaman
12
Editor: harismanto
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help