TribunPekanbaru/

Indragiri Hilir

Listrik di Inhil Masih Hidup-Mati, Septina Akan Datangi Kantor PLN

Persoalan listrik di Indragiri Hilir sudah terjadi sejak 1999, sampai hari ini persoalan yang sama masih terjadi di Dapil-nya tersebut.

Listrik di Inhil Masih Hidup-Mati, Septina Akan Datangi Kantor PLN
TribunPekanbaru/AanRamdani
Hj Septina Primawati saat menghadiri Musyawarah Daerah (Musda) Golkar Riau ke IX di Hotel Labersa 28 Februari 2016 lalu. 

Laporan Wartawan Tribun Pekanbaru, Alexander

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Persoalan listrik yang selalu hidup mati di Kabupaten Indragiri Hilir hingga saat ini seperti tidak ada solusi. Masyarakat tidak bisa menikmati listrik secara utuh.

Saat berkunjung ke Indragiri Hilir dalam melaksanakan kegiatan reses beberapa hari lalu, Ketua DPRD Riau, Septina Primawati Rusli mengatakan, dirinya masih banyak menerima keluhan dari masyarakat terkait listrik tersebut.

Dikatakan Septina, persoalan listrik di Indragiri Hilir sudah terjadi sejak 1999, sampai hari ini persoalan yang sama masih terjadi di Daerah Pemilihan (Dapil)-nya tersebut.

Setelah berkonsultasi dengan rekannya yang bergerak di bidang kelistrikan, menurut Septina, ia disarankan untuk mendatangi kantor PLN, untuk mengetahui persoalan listrik di Indragiri Hilir yang sebenarnya.

"Sudah begitu lama, dari tahun 1999, ada saja masalahnya, bahkan sampai dengan hari ini listrik juga masalahnya. Oleh karena itu, nanti kita akan datang ke kantor PLN dan tanyakan, apa masalah listrik di Inhil ini," kata Septina, Minggu (30/12).

Ditambahkannya, program Riau terang yang dicanangkan dapat terealisasi pada tahun 2019, dapat benar-benar terlaksana dengan baik, sehingga masyarakat dapat secara keseluruhan di Riau dapat menikmati listrik seutuhnya, termasuk di Kabupaten Indragiri Hilir.

"Diulang tahun Provinsi Riau pada 9 Agustus yang lalu, pihak PLN juga mempromosikan tentang program Riau Terang. Kita berharap ini benar-benar dapat terealisasi dengan baik nantinya," harapnya. (ale)

Penulis: Alex
Editor: M Iqbal
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help