Warga di Tepi Bantaran Sungai Agar Diminta BPBD Selalu Waspada Banjir

Selama Januari 2018, kawasan Kabupaten Rokan Hulu (Rohul) masih berpotensi hujan.

Warga di Tepi Bantaran Sungai Agar Diminta BPBD Selalu Waspada Banjir
TribunPekanbaru/Donny Kusuma
Banjir di Kecamatan Aliantan Rohul 

Laporan Wartawan Tribun Pekanbaru, Donny Kusuma Putra

TRIBUNROHUL.COM, PASIRPANGARAIAN - Kepala Pelaksana Harian Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Rohul, Aceng Herdiana, memprediksi selama Januari 2018, kawasan Kabupaten Rokan Hulu (Rohul) masih berpotensi hujan.

Dengan tingginya curah hujan, Aceng meminta kepada masyarakat yang bermukim di kawasan tepian bantaran sungai agar selalu waspada dan bersiaga dari banjir yang setiap saat bisa saja terjadi.

Ia menambahkan, perkembangan banjir yang melanda 56 Kepala Keluarga (KK) atau 224 jiwa di Desa Alantan kecamatan Kabun sudah surut, dan tidak ada warga yang mengungsi.

Dijelaskanya banjir di Aliantan sudah surut. Banjir tersebut akibat muara sungai di kawasan Bukit Suligi mengalir ke Boncah Kesuma dan menumpuk. Lalu air dari Boncah Kesuma mengalir ke Aliantan, dimana saat itu sungainya kotor akibat sampah-sampah perusahaan dan lainnya.

"Sehingga perlu dilakukan normaliasi sungai, bila normalisasi dilakukan maka akan berkurang banjir. Kemudian, banjir di Aliantan hanya berlangsung tiga jam saja, itu akibat meluapnya air sungai Aliantan," katanya‎, Rabu (3/12/2017).

Lebih lanjut dijelaskanya, Setelah surutnya banjir di Desa Aliantan, kini banjir mulai merendam sejumlah warga di Dusun Pelanduk Kelurahan Kota Lama, Kecamatan Kunto Darussalam dan sejumlah warga di Surau Munai Desa Rambah Timur Kecamatan Rambah Hilir, yang hingga kini masih dalam pendataan oleh petugas.

Diakuinya, saat ini tinggi permukaan air sungai Sei Rokan mengalami kenaikan sekitar 50 hingga 100 cm. Sedangkan di Sei Batang Lubuh mengalami kenaikan antara 50 hingga 80 cm, kemudian di Sei Batang Sosa naik antara 50 sampai 80 cm.

Aceng menyatakan, bahwa banjir yang selama ini melanda di sejumlah daerah di Kabupaten Rohul akibat sungai dan anak sungai sudah penuh atau dangkal, sehingga bila datang air dari arah hulu sungai maka banjir di hilir sungai, sebaliknya bila di hulu sungai kosong maka tidak terjadi banjir.

"Seperti potensi banjir bandang seperti di Kaiti Desa Rambah Rambah Tengah Hulu beberapa tahun lalu, itu diakibatkan terjadinya hujan yang deras di hulu sungai, mengakibatkan mengerus tanah, dan apa saja yang ditabraknya," sebutnya.

Aceng mengimbau ke seluruh masyarakat dan perusahaan, agar tidak membuang sampah sembarangan ke sungai terutama sampah pelastik, bekas air mineral dan sampah yang tidak bisa diurai yang menyebabkan penyumbatan dan terjadinya banjir seperti terjadi di Kampung Sawah Kecamatan Ujung Batu baru baru ini.

"Di simpang Siabu, warga membuang sampah seperti botol dan lainnya yang tidak terurai sehingga lama kelamaan menumpuk, dan datang air membendung gorong-gorong yang seharusnya jadi aliran sungai sehingga banjir di kampung Sawah Ujung Batu. Sudah dibobol gorong gorong oleh petugas bekerjasama dengan dinas teknis terkait,dan pihak kecamatan, juga pekerja yang dibayar sehingga air tidak mengenang lagi," imbuhnya.

Aceng menyebutkan BPBD Rohul tetap berkoordinasi dengan BMKG Pekanbaru dan Seeang Banten serta Balai Wilayah Sungai untuk tetap monitor perkembangan cuaca di Rohul. Bahkan Sumbar sudah diberi waring, bila hujan bertambah lagi, maka akan terjadi banjir seperti beberapa waktu lalu di Rohul ini.

"Kita ingatkan, agar seluruh warga yang bermukim di tepian bataran sungai, untuk mengamankan barang-barang berharga dan dikemas seperti surat surat berharga, atau diungsikan ke rumah ke keluarga agar bisa diselamatkan. Karena, di bulan Januari 2018 ini potensi hujan akan terus terjadi dan kemungkinan bisa terjadi banjir lagi," pungkasnya. (*)

Penulis: Donny Kusuma Putra
Editor: Ariestia
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help