Bengkalis

Satpol PP Bengkalis Amankan Lima Anak Sekolah di Tempat Billiard Saat Jam Sekolah

Kelima siswa yang diamankan tersebut terjaring saat petugas Satpol PP Bengkalis melakukan razia rutin

Satpol PP Bengkalis Amankan Lima Anak Sekolah di Tempat Billiard Saat Jam Sekolah
TribunPekanbaru/Muhammad Natsir
Siswa diamanakan Satpol PP Bengkalis saat berada di tempat permainan biliar saat jam belajar 

Laporan Wartawan Tribunbengkalis.com Muhammad Natsir

TRIBUNBENGKALIS.COM, BENGKALIS - Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Bengkalis kembali mengamankan pelajar berada di luar sekolah saat jam sekolah. Kali ini sebanyak lima orang pelajar yang diamankan oleh Satpol PP Bengkalis di sebuah tempat permainan billiard, Kamis (4/12) pagi.

Kepala Bidang Ketertiban umum dan Perundang undangan daerah Hengki Irawan mengatakan, kelima siswa yang diamankan tersebut terjaring saat petugas Satpol PP Bengkalis melakukan razia rutin di kota Bengkalis. Mereka diamankan saat berada di Super Biliard yang berada di Jalan Ahmad Yani.

"Saat kita datangi tempat biliard tersebut kelima anak sekolah ini sudah berada di dalam tempat billiard tersebut. Lengkap dengan menggunakan seragam sekolah, " jelas Hengki.

Menurut Hengki mereka yang diamankan tersebut memang belum bermain billiard namun melihat indikasi keberadaan mereka di tempat biliard ini bisa dipastikan akan bermain billiard sementara waktu masih jam sekolah.

"Kita langsung mengamankan mereka ke kantor Satpol PP Bengkalis. Kemudian melakukan pendataan," kata dia.

Hasil pendataan petugas mereka yang diamankan berasal dari satu sekolah yakni siswa SMKN 3 Bengkalis. Kemudian pihak Satpol PP Bengkalis melakukan pemanggilan terhadap guru sekolah beserta wali murid masing masing.

"Kelima siswa ini langsung kita berikan peringatan di depan pihak sekolah dan wali mereka. Kemudian membuat pernyataan untuk tidak mengulangi perbuatan mereka tersebut," terang Hengki.

Tidak hanya siswa, Satpol PP Bengkalis juga memberi teguran kepada pengelola billiard yang membiarkan siswa berseragam berada di tempat usaha mereka saat jam sekolah. "Kita memberikan peringatan tertulis kepada mereka dalam bentuk SP 1," kata Hengki.

Hengki berharap pengelola tempat billiard dan warnet mematuhi aturan yang telah dibuat. Diantaranya seperti tidak menerima pelanggan berseragam sekolah. Apalagi saat jam sekolah masih berlangsung. (*)

Penulis: Muhammad Natsir
Editor: M Iqbal
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help