Rokan Hulu

Bahas Soal Utang RSUD Rohul dengan Distributor Obat, Wabup Sukiman Pimpin Rapat Tertutup di UGD

"Bagaimana solusinya untuk jalan penyelesaian. Nanti langkah awal dari Inspektorat‎ akan melakukan audit dulu," katanya.

Bahas Soal Utang RSUD Rohul dengan Distributor Obat, Wabup Sukiman Pimpin Rapat Tertutup di UGD
Tribun Pekanbaru/ Donny Putra
Wabup Rohul, Sukiman 

‎Laporan Wartawan Tribunrohul.com, Donny kusuma putra

TRIBUNROHUL.COM, PASIRPANGARAIAN- Wakil Bupati Rokan Hulu (Rohul) H. Sukiman pimpin rapat tertutup di aula lantai dua Unit Gawat Darurat (UGD) Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Rohul, Senin (8/1/2018).

‎Dimana, rapat tertutup juga dihadiri Sekretaris Daerah Setdakab Rohul Ir. Damri Harun, Asisten 1 Setdakab Rohul Juni Syafrin dan Asisten 3 Setdakab Rohul Helfiskar, Staf Ahli Bupati H. Abdul Haris, Direktur RSUD Rohul dr. Paisal Harahap, termasuk Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Rohul dr. Bambang Triono, serta sejumlah pejabat terkait lainnya.

Usai rapat‎, Kepala Dinkes Rohul Bambang Triono mengungkapkan, rapat tertutup dipimpin Wabup Rohul membahas masalah yang terjadi di RSUD Rohul, seperti mekanisme pengadaan obat dan utang RSUD Rohul kepada distributor obat yang nilainya hingga Rp 5,3 miliar.

"Dari manajemen sendiri masih punya utang mengenai obat. Bagaimana solusinya untuk jalan penyelesaian. Nanti langkah awal dari Inspektorat‎ akan melakukan audit dulu," katanya.

‎Saat ditanya sistem pengadaan obat di RSUD Rohul, Bambang mengaku, pengadaan tetap mengacu terhadap E-Katalog yang tertuang dalam Formularium Nasional ‎(Fornas).

Terkait persoalan penganggaran obat di RSUD Rohul, diakui Bambang, sudah berlaku sejak 2017 dan diajukan melalui Dinkes Rohul. Namun ada hal khusus, sebab RSUD Rohul sudah dikelola Badan Layanan Umum Daerah (BLUD).

"Karena BLUD‎, mereka harus menyusun RBA (Rancangan Bisnis Anggaran), mereka punya hak untuk menyusun seperti apa sebenarnya untuk pengelolaan di rumah sakit ini. Selain itu, dari APBD kita tetap ada sharing untuk kebutuhan di RSUD," ungkapnya.

Lebih lanjut diakuinya, soal utang obat RSUD Rohul kepada produsen obat yang nilainya sampai Desember 2017 sebesar sekira Rp 5,3 miliar, setiap tahun tetap ada pembayaran utang. Namun dari bulan ke bulan tetap ada pembelian obat.

"Jadi ada sebagian untuk membeli obat, sebagian untuk membayar utang," terangnya.

Halaman
12
Penulis: Donny Kusuma Putra
Editor: M Iqbal
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved