Kasatpol PP Inhu Bantah Anggotanya Jadi Penadah Motor Curian

Ia menyangkal dengan menyebutkan bahwa sepeda motor Kawasaki KLX yang dijadikan barang bukti aksi pencurian kendaraan

Kasatpol PP Inhu Bantah Anggotanya Jadi Penadah Motor Curian
Kompas.com/ Puji Utami
Ilustrasi

Laporan Wartawan Tribuninhu.com Bynton Simanungkalit

TRIBUNINHU.COM, RENGAT - Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Inhu, Tukiyat membantah anggotanya yang berinisial WN (47) sebagai penadah sepeda motor curian. Ia menyangkal dengan menyebutkan bahwa sepeda motor Kawasaki KLX yang dijadikan barang bukti aksi pencurian kendaraan bermotor (curanmor) itu merupakan jaminan yang diberikan tersangka WI, atas peminjaman uang sebesar Rp 500 ribu. Meski begitu, hingga kini aparat Kepolisian Sat Reskrim Polres Inhu masih melakukan pengembangan dan penyelidikan terhadap kasus curanmor ini.

Tukiyat yang dikonfirmasi dengan tegas membantah keterlibatan anggotanya itu. "Anggota saya itu meminjamkan uang kepada tersangka sebesar Rp 500 ribu, dan kemudian menjaminkan sepeda motor tersebut," kata Tukiyat, Senin (8/1/2018). Menurutnya dalam perjanjian peminjaman itu juga tidak disertai dengan bukti kwitansi. Maka hal itu juga menurutnya menandakan tidak ada bukti yang mengatakan bahwa ada jual beli antara kedua pihak.

Tukiyat membenarkan soal hubungan antara tersangka WI dan WN yang masih memiliki ikatan keluarga. "Mereka keluarga tapi sudah lama tidak jumpa, bahkan pamannya tersangka sendiri juga ikut jadi korban," kata Tukiyat. Terkait perkara ini, pihaknya berencana akan melakukan koordinasi dengan pihak Kepolisian Polres Inhu untuk mengetahui kebenaran perkara. "Rencananya hari ini (Senin) tapi karena tadi ada rapat jadi ditunda," katanya.

Tukiyat juga berharap tuduhan yang dituduhkan kepada tersangka WN tidak benar. Namun apabila tuduhan itu benar pihaknya juga akan menegakan aturan. Tukiyat juga mengaku bahwa di lingkungan kantor Pemkab Inhu marak terjadi aksi curanmor. Oleh karena itu, mereka mendukung dan selalu bekerjasama dengan Kepolisian melakukan razai guna mencegah aksi curanmor terjadi. (ton)

Penulis: Bynton Simanungkalit
Editor: Teddy Yohannes Tarigan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved