Citizen Journalism

Pengalihfungsian Lahan Terbuka Hijau

Kehadiran ruang terbuka hijau sangat diperlukan untuk mengurangi kesesakan yang ada di Kota Pekanbaru ini.

Pengalihfungsian Lahan Terbuka Hijau
.
Roby Kurniawan

Penulis, Roby Kurniawan, Pekanbaru

RUANG terbuka hijau di wilayah perkotaan merupakan bagian dari penataan ruang kota yang berfungsi sebagai kawasan hijau pertamanan kota, kawasan hijau hutan kota, kawasan hijau rekreasi kota, kawasan hijau kegiatan olahraga dan kawasan hijau pekarangan.

Ruang terbuka hijau adalah ruang-ruang dalam kota atau wilayah yang lebih luas, baik dalam bentuk area/kawasan maupun dalam bentuk area memanjang/jalur.

Pemanfatan ruang terbuka hijau lebih bersifat pengisian hijau tanaman atau tumbuh-tumbuhan secara alamiah ataupun budidaya tanaman seperti lahan pertanian, pertamanan, perkebunan dan sebagainya.

Pada dasarnya semua aktivitas manusia tidak terlepas dari ruang terbuka hijau, baik itu anak-anak hingga lanjut usia. Sebagaimana kita ketahui, bahwa ruang terbuka hijau itu sangat penting salah satunya untuk berinteraksi sosial manusia

Menurut undang-undang No. 26 tahun 2007 tentang penataan ruang, menegaskan bahwa komposisi ideal RTH (ruang terbuka hijau) dari suatu kota adalah 30% dari luas wilayah yang terdiri dari: • 20% ruang terbuka hijau publik • 10% ruang terbuka hijau privat Kota pekanbaru merupakan kota dengan jumlah penduduk yang cukup padat.

Itu disebabkan karena banyak masyarakat dari daerah lain di provinsi riau menjadikan Kota Pekanbaru sebagai tempat merantau, menuntut ilmu dan lain sebagainya. Ditambah lagi dengan pertumbuhan penduduk setiap tahunnya.Hal ini menyebabkan Kota Pekanbaru menjadi semakin sesak dan padat.

Kehadiran ruang terbuka hijau sangat diperlukan untuk mengurangi kesesakan yang ada di Kota Pekanbaru ini.

Proporsi 30% merupakan ukuran minimal untuk menjamin keseimbangan ekosistem kota, baik keseimbangan sistem hidrologi dan keseimbangan mikroklimat, maupun sistem ekologis lain yang dapat meningkatkan ketersediaan udara bersih yang diperlukan masyarakat, serta sekaligus dapat meningkatkan nilai estetika kota.

Target luas sebesar 30% dari luas wilayah kota dapat dicapai secara bertahap melalui pengalokasian lahan perkotaan secara tipikal.

Halaman
1234
Editor: Sesri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved