TribunPekanbaru/

Pekanbaru

137 Anak di Pekanbaru Terserang DBD, Diskes Minta Pihak Sekolah Jaga Kebersihan Lingkungan

Berdasarkan hasil pemantauan yang dilakukan Dinas Kesehatan masih banyak sekolah yang belum menjaga kebersihan lingkungan.

137 Anak di Pekanbaru Terserang DBD, Diskes Minta Pihak Sekolah Jaga Kebersihan Lingkungan
TribunPekanbaru/mayonal putra
ILUSTRASI - Masyarakat Kabupaten Siak bahu- membahu untuk membersihkan lingkungan pada kegiatan gotong royong massal yang dimulai pada Jumat (3/6/2016). Kegiatan dalam rangka memperingati hari lingkungan hidup sedunia, yang jatuh 5 Juni 2016 ini. 

Laporan wartawan Tribun Pekanbaru, Syaiful Misgiono

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru mengklaim anak-anak masih rentan terserang Demam Berdarah Dengue (DBD). Sepanjang tahun 2017 setidaknya ada ada 137 anak-anak yang DBD. Umumnya anak-anak yang terserang DBD ini usianya berkisar 5 sampai 9 tahun.

"Usia anak-anak ini bisa saja akibat lingkungan sekolah atau lingkungan tempat tinggalnya yang kurang bersih," kata Kepala Bidang (Kabid) Pengendalian Kesehatan, Kota Pekanbaru, Gustiyanti, Selasa (9/1).

Pihaknya menghimbau kepada masyarakat agar menjaga lingkungan masing-masing. Sebab kebersihan lingkungan sangat berkembangbiaknya nyamuk penyebab DBD.

"Kalau satu rumah ada satu kader Jumantiknya, saya yakin DBD bisa ditekan," ujarnya.

Selain itu, pihaknya juga sudah mengandeng UPT Dinas Pendidikan Kota Pekanbaru agar mensosialisasikan kepada sekolah-sekolah khususnya untuk tingkat sekolah dasar agar menjaga lingkungan sekolahnya masing-masing.

Ini penting dilakukan, sebab berdasarkan hasil pemantauan yang dilakukan Dinas Kesehatan masih banyak sekolah yang belum menjaga kebersihan lingkungan.

"Kita banyak menemukan bagian belakang sekolah yang kumuh. Banyak kaleng berserakan. Kantin sekolah yang tidak bersih. Dan ruang kelas yang lembab," katanya.

Kondisi inilah yang disinyalir menjadi penyebab banyaknya kasus DBD diusian anak-anak. Khususnya tingkat SD. Sebab banyak nyamuk aedes agepty yang berkembang biak di lingkungan sekolah yang lembab.

"Dibutuhkan dukungan semua pihak untuk bisa menekan kasus DBD di Pekanbaru," ujarnya.

Selain pada usia anak-anak, pada usia dewasa mulai 25-44 tahun juga banyak terserang DBD. Tahun 2017 lalu, setidak ada 110 orang yang terserang DBD. Kemudian usia 10 sampai 14 tahun sebanyak 100 orang, usia 0 sampai 4 tahun sebanyak 82 orang.

Ia menyebut dari data tahun 2017 secara total, kasus DBD di Kota Pekanbaru yang berjumlah 598 kasus paling banyak disumbang oleh Kecamatan Bukit Raya, Tenayan Raya dan Tampan. Kemudian di Bukit Raya 91 kasus, Tenayan Raya 83, Tampan 81, Marpoyan Damai 71, Payung Sekaki 67, Rumbai 38, Senapelan 38, Rumbai Pesisir 32, Lima Puluh 29, Sukajadi 27, Pekanbaru Kota 23 dan Sail 18 kasus.

Namun jika dibandingkan dengan tahun 2016 lalu, jumlah kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Pekanbaru mengalami penurunan dari tahun ke tahun. Jika dibandingkan dengan tahun 2016 misalnya, jumlah kasus DBD tahun 2017 berdasarkan data Dinas Kesehatan (Diskes) Kota Pekanbaru, mengalami penurunan hingga 275 kasus. Di tahun 2016 lalu jumlah kasus DBD secara komulatif mencapai 873 kasus dengan jumlah korban meninggal 10 orang. Sementara, tahun 2017, jumlah kasus DBD mencapai 598 dan 3 meninggal.

"Kami berharap di tahun 2018 iini kasus DBD di Pekanbaru bisa menurun lagi," pungkasnya.

Tags
DBD
Sekolah
Penulis: Syaiful Misgio
Editor: M Iqbal
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help