TribunPekanbaru/

Asiknya Liburan di Hutan Mangrove Rawamekar

Pesisiran kabupaten Siak ternyata menyimpan tempat pelesiran alami yang menarik

Asiknya Liburan di Hutan Mangrove Rawamekar
Tribun Pekanbaru/ Mayonal Putra
Wisatawan berfoto di dalam hutan mangrove Kampung Rawa Mekar Jaya Sungai Apit, Selasa (9/1/2018). 

Laporan wartawan Tribunsiak.com, Mayonal Putra

TRIBUNSIAK.COM, SIAK - Pesisiran kabupaten Siak ternyata menyimpan tempat pelesiran alami yang menarik. Seperti di Rawamekar, kecamatan Sungai Apit, hamparan mangrove yang luas telah menjelma menjadi destinasi baru bagi warga.

Dari ibu kabupaten Siak, Anda bisa menempuh perjalanan lebih kurang 1 jam ke Rawamekar. Dari gerbang kampung itu akan ada petunjuk arah ke tepian pantai. Di garis bibir laut selat Melaka itu, terdampar hamparan mangrove yang eksotik.

Kini, hutan mangrove tersebut semakin luas. Sebab, banyak aktivis lingkungan yang sukarela menanam mangrover di sana.

Lebatnya hutan mangrove tersebut memantik daya tarik pemuda lokal. Lalu mereka mulai bergotong royong membangun akses dan jembatan kayu untuk menuju ke dalaman hutan mangrove. Jembatan-jembatan kayu di dalam hutan menjadi akses yang menarik bagi pengunjung untuk merasakan sensasi ketika berada di dalam mangrove.

Pemuda setempat kemudian membangun rumah alam bakau RMJ di sekitar lokasi. Bahkan kini, sudah dipungut biaya masuk demi kelanjutan pengelolaan dan perawatan hutan.

Bambang B, seorang pengunjung yang memboyong keluarganya ke sana, Selasa (9/1/2018) sore, berdecak kagum melihat Rumah Alam Bakau dan lebatnya hutan mangrove. Ia menilai, hutan mangrove dan kreativitas pemuda setempat patut diacungi jempol. Selain menjadi wahana yang menyejukan juga sangat menjual untuk wisatawan asing.

"Kami puas bermain di sini, bisa melihat dan menjelajah ke dalaman mangrove tanpa harus berkubang lumpur. Saya akan kembali lagi bila ada kesempatan," kata dia.

Ketua pengelola Rumah Alam Bakau Rawa Mekar Jaya, Setiono mengatakan, meski belum terekspos destinasi ini, namun pengunjung sudah banyak yang berdatangan. Terlebih pada hari libur nasional ataupun pada har-hari besar lainnya.

Ia menguraikan, untuk mengelola hutan tersebut pihaknya melibatkan masyarakat setempat. Bahkan, sudah ada jadwal piket yang diberikan setiap hari.

Halaman
12
Penulis: Mayonal Putra
Editor: Teddy Yohannes Tarigan
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help