Rokan Hulu

Desa Koto Ranah Dijadikan Kampung Wisata Pertama di Rohul

Desa Koto Ranah berpotensi dijadikan Kampung Wisata karena memiliki kebudayaan yang masih terjaga turun temurun

Desa Koto Ranah Dijadikan Kampung Wisata Pertama di Rohul
ISTIMEWA
Melihat awan dari puncak bukit suligi 

Laporan Wartawan Tribunrohul.com, Donny Kusuma Putra

TRIBUNROHUL.COM, PASIRPANGARAIAN-‎ Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Rokan Hulu (Rohul), akan jadikan Desa Koto Ranah, Kacamatan Kabun sebagai Kampung Wisata pertama di Rohul.

Dimana, sebagai tahap awal, Disparbud Rohul menggandeng mahasiswa Universitas Pasir Pengaraian (UPP)‎ untuk mempromosikan objek wisata "Menggapai Matahari di Puncak Ranah' Desa Koto Ranah melalui kegiatan Kemah Bakti Mahasiswa (KBM) yang rencananya dilaksanakan pada 8-11 Februari 2018.

Hal tersebut terungkap dari audensi puluhan mahasiswa UPP dipimpin Presiden Mahasiswa (Presma) UPP, Anto‎ Adi Putera, ‎bersama Kepala Disparbud Rohul Drs. Yusmar M.Si didampingi seluruh Kepala Bidang, Kepala Seksi, dan pegawai, di Kantor Disparbud Rohul, dihadiri Kepala Desa Koto Ranah Safrizal.

Yusmar mengungkapkan, Desa Koto Ranah berpotensi dijadikan Kampung Wisata pertama di Kabupaten Rohul‎, karena memiliki kebudayaan yang masih terjaga turun temurun, seperti tradisi Zikiu atau Zikir bersama yang dilaksanakan sebelum memasuki bulan suci Ramadhan, dan selesai hari raya Idul Fitri.

Bukan hanya itu saja, Desa Koto Ranah juga punya‎ kebudayaan bernama Ogong Sakti. Selain itu, Koto Ranah juga didukung alam yang begitu indah sebagai Kampung Wisata, seperti Sungai Samati Kiri di kaki Bukit Suligi yang masih alami, Air Terjun Murai Kalam, dan Hutan Mati.

"Desa Koto Ranah juga punya objek wisata 'Menggapai Matahari di Puncak Ranah' yang begitu indah di atas ketinggian 900 MDPL (Meter Diatas Permukaan Laut) di kawasan Bukit Suligi,"‎katanya, Selasa (9/1/2018) di Kantor Disparbud.

Menurutnya, objek wisata alam 'Menggapai Matahari di Puncak Ranah' begitu indah. Wisatawan bisa menyaksikan sunset (matahari terbenam) di sore hari, dan sunrise (matahari terbit) di keesokan harinya.

Mulai pukul 06.00 WIB, wisatawan akan disajikan pemandangan awan menghampar dari ketinggian, seperti permadani. Di atas pukul 09.00 WIB,‎ ketika awan mulai hilang, wisatawan akan disajikan hamparan Danau PLTA Koto Panjang yang begitu indah.

Pada malam harinya, wisatawan yang menginap di Puncak Ranah juga bisa melihat begitu indahnya lampu-lampu di Kota Ujungbatu dan Kota Bangkinang Kabupaten Kampar.

Halaman
123
Tags
wisata
Penulis: Donny Kusuma Putra
Editor: M Iqbal
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help