TribunPekanbaru/

Pemkab Siak Belum Menyerah untuk Menagih Utang PPJ Non PLN PT IKPP

Setelah 3 tahun waktu berjalan, utang Pajak Penerangan Jalan (PPJ) non PLN PT Indah Kiat Pulp and Paper (IKPP) belum juga lunas

Pemkab Siak Belum Menyerah untuk Menagih Utang PPJ Non PLN PT IKPP
INTERNET
ILUSTRASI

Laporan wartawan Tribunsiak.com, Mayonal Putra

TRIBUNPEKANBARU.COM,SIAK - Setelah 3 tahun waktu berjalan, utang Pajak Penerangan Jalan (PPJ) non PLN PT Indah Kiat Pulp and Paper (IKPP) belum juga lunas. Pemkab Siak masih terus berupaya, bagaimana bisa mendapatkan uang senilai Rp 28,9 miliar itu.

Upaya penagihan utang pajak PT IKPP sudah dimulai sejak 2016 lalu, semasa kepala Dinas Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Kekayaan Aset Daerah (DPPKAD) dijabat Arif Fadillah. Kini, dinas itu sudah berganti nama. Badan Keuangan Daerah (BKD) namanya. Kepala BKD dijabat Yan Pranajaya.

Informasi perihal utang PT IKPP tersebut juga sudah lama tak terdengar. Namun, Yan Pranajaya dengan percaya diri menyebut Pemkab Siak belum menyerah.

"Oo, kita belum menyerah. Harus kita tagih," kata dia ditemui di depan Istana Siak, Selasa (9/1/2018).

Ia menguraikan, upaya penagihan terus dilakukan hingga hari ini. Bahkan, bupati sudah menyurati kembali pihak PT IKPP. Surat tersebut merupakan surat ke-4 yang dilayangkan ke PT IKPP sejak adanya temuan BPK RI tentang tunggakapan PPJ non PLN PT IKPP tahun 2015.

"Kami sudah rumuskan upaya lain agar uang itu dibayarkannya ke daerah. Langkah itu di antaranya dengan memberikan keringanan untuk mencicil tunggakan tersebut," kata dia.

Tidak hanya itu, jika keringanan yang diberikan Pemkab Siak tidak direalisasikan juga, pihaknya bakal menempuh upaya hukum.

"Tentu kita bakal tempuh upaya hukum. Ini jalan terakhir untuk meminta hak daerah kepada perusahaan itu," kata dia.

Sementara itu, Humas PT IKPP Armadi mengatakan belum tahu tentang surat ke 4 yang dilayangkan Pemkab Siak. Ia akan mencari informasi tersebut di internalnya terlebih dahulu.

Halaman
12
Tags
Siak
PLN
Penulis: Mayonal Putra
Editor: Teddy Yohannes Tarigan
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help