Sekelompok Remaja Kabur Saat Mau Tawuran, Polisi Cuma Sita Sejumlah Senjata Tajam

Sejumlah kelompok remaja di Kota Dumai masih nekat melakukan aksi tawuran

Sekelompok Remaja Kabur Saat Mau Tawuran, Polisi Cuma Sita Sejumlah Senjata Tajam
Desain Grafis Tribun Pekanbaru/Didik
Ilustrasi 

Laporan Wartawan Tribundumai.com, Fernando Sikumbang

TRIBUNDUMAI.COM, BUKITKAPUR - Sejumlah kelompok remaja di Kota Dumai masih nekat melakukan aksi tawuran. Satgas Gerak Cepat Polsek Bukit Kapur membubarkan aksi tawuran akhir pekan kemarin. Mereka membubarkan para remaja bandel yang tawuran di RT 7 Kelurahan Kampung Baru, Kecamatan Bukit Kapur, Kota Dumai.

Informasi Tribun, para remaja ini kocar kacir melarikan diri. Polisi cuma menyita sejumlah senjata tajam. Seperti satu celurit, enam gerigi sepeda motor.

Polisi juga menyita botol bekas minuman keras. "Mereka meninggalkan senjata mereka begitu saja. Saat melihat kami melakukan patroli di kawasan Kampung Baru," ujar Kapolsek Bukit Kapur, AKP Tumara kepada Tribun, Selasa (9/1/2018).

Ia menyebut para remaja itu meninggalkan sejumlah tajam begitu saja. Ada dugaan para remaja yang terlibat geng motor kabur saat melihat polosi datang. "Mereka berencana mau tawuran, mereka meninggalkan semua senjata," terangnya.

Aksi tawuran antar remaja jadi perhatian pihak Polres Dumai. Para remaja yang kebanyakan masih berstatus pelajar nekat melakukan tawuran di sejumlah lokasi. Pihak Kepolisian Dumai kini rutin menggelar patroli di titik rawan tawuran.

Kapolres Dumai, AKBP Restika PN menyayangkan sikap para remaja yang tawuran di Dumai. Mereka nekat menggunakan senjata tajam dalam aksinya. Ada juga yang nekat memacu sepeda motor saat bentrok dengan kelompok lainnya.

Ia menyebut personel polisi rutin melakukan patroli hingga dinihari. Sepekan ini remaja yang terlibat tawuran mulai berkurang. Polisi sempat mengamankan setiap hari remaja yang terlibat tawuran.

Menurutnya, masyarakat mulai peduli untuk mencegah terjadinya kenakalan remaja. Mantan Kapolres Siak ini mengimbau orangtua bisa mengawasi putra dan putrinya di rumah. Orangtua harus selektif dengan pergaulan para remaja. (fer)

Penulis: Fernando
Editor: Teddy Yohannes Tarigan
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help